Kerja Sama Indonesia-Jerman Ciptakan 4.000 Peluang Kerja untuk PMI
Warta News Day - Kerja Sama Indonesia-Jerman Buka 4.000 Lapangan Kerja bagi PMI
: Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH terkait penempatan sekitar 4.000 pekerja migran Indonesia ke Jerman. (Humas Kementerian P2MI)
Oleh Tri Antoro, Rabu, 4 Maret 2026 | 12:35 WIB - Redaktur: Kristantyo Wisnubroto - 554
Jakarta, InfoPublik – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi lintas kementerian guna memperluas peluang kerja luar negeri yang aman, prosedural, dan terlindungi bagi pekerja migran Indonesia.
Hal tersebut disampaikan menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH terkait penempatan sekitar 4.000 pekerja migran Indonesia ke Jerman.
Mukhtarudin menyatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang sebelumnya dilaksanakan secara kolaboratif oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Kementerian Perdagangan. “Kolaborasi lintas kementerian melalui misi dagang ini menunjukkan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia tidak hanya dipandang sebagai mobilitas tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi ekonomi serta penguatan ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, kementerian menempatkan proses penempatan dan pelindungan sebagai prioritas utama. Setiap calon pekerja migran Indonesia harus melalui tahapan penyiapan yang komprehensif sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Tahapan tersebut meliputi verifikasi dokumen, peningkatan kompetensi, penguatan literasi kontrak kerja, serta pembekalan mengenai sistem ketenagakerjaan di negara tujuan. “Kami menekankan bahwa proses penempatan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyiapan calon pekerja migran menjadi kunci agar mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya,” ujarnya.
Mukhtarudin menambahkan bahwa pelindungan bagi pekerja migran harus diberikan sejak tahap pra-penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke tanah air.
Kerja sama tersebut membuka peluang penempatan pekerja migran Indonesia pada sejumlah sektor strategis di Jerman, antara lain sektor perhotelan, ritel modern, serta layanan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan atas perannya dalam membuka akses pasar dan memperkuat jejaring kemitraan internasional.
Menurutnya, sinergi antar kementerian menjadi faktor penting agar peluang kerja yang tercipta dapat memberikan manfaat optimal bagi pekerja migran Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global sektor jasa.
Ia berharap implementasi kerja sama tersebut dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan dengan mengedepankan tata kelola penempatan yang baik serta jaminan pelindungan maksimal bagi pekerja migran Indonesia. “Kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan yang kredibel dan berkelanjutan. Kita ingin memastikan setiap peluang kerja di luar negeri berjalan seiring dengan sistem pelindungan yang kuat,” katanya.
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber infopublik.id




