Warga Bintaran, Yogyakarta, Nikmati Akses Internet Cepat dan Terjangkau
Di tengah pandemi Covid-19, akses internet yang cepat dan terjangkau menjadi kebutuhan penting, terutama bagi siswa yang menjalani pembelajaran daring. Di Kampung Bintaran, Yogyakarta, warga mengalami kesulitan akibat tingginya biaya kuota internet yang diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak mereka.
Ketua Paguyuban Bintaran Bersatu, Reno Ardana, menyatakan bahwa banyak orangtua yang mengeluhkan biaya kuota yang cukup tinggi selama proses belajar jarak jauh. Dengan biaya sekitar Rp60 ribu yang habis dalam tiga hari, orangtua mencari solusi yang lebih ekonomis. Reno bersama paguyuban kemudian berkolaborasi dengan penyedia layanan internet, Pelangi Surya Persada (PSP), untuk menawarkan layanan internet murah.
Melalui inisiatif ini, warga dapat mengakses layanan internet dengan tarif Rp30 ribu per bulan untuk kuota unlimited. Saat ini, sudah ada 180 kepala keluarga (KK) yang memanfaatkan layanan ini. "Ini benar-benar membantu masyarakat," ungkap Reno.
Untuk mendukung kegiatan belajar, anak-anak di Bintaran menggunakan layanan WiFi yang dinamakan Layanan Internet Masyarakat (LIMas). Dengan adanya LIMas, siswa dapat belajar dengan lebih efektif, memanfaatkan akses internet yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Aura Bening Pretty, seorang siswa berusia 12 tahun, mengungkapkan bahwa belajar menggunakan WiFi LIMas lebih cepat dan membantu dalam pelajaran. Meskipun ia lebih menyukai pembelajaran di sekolah, ia merasa lebih terbantu dengan fasilitas baru ini.
Yuni Martiana, seorang ibu dari seorang anak yang masih Taman Kanak-kanak, juga merasakan manfaat dari layanan ini. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia harus mengeluarkan lebih dari Rp100 ribu untuk kuota internet bulanan, yang kini dapat ditekan berkat adanya LIMas.
Direktur Partnership and Application PSP, Kurniawan Madiharta, menjelaskan bahwa Bintaran menjadi proyek perintis untuk penyediaan layanan internet murah di perkotaan, setelah sebelumnya melakukan pemasangan di daerah terpencil. "Bintaran ini menjadi wilayah pertama di perkotaan yang kami kerjakan, dan semoga bisa menjadi pilot project bagi kami dalam penyediaan layanan internet," tambahnya.




