Warta News Day - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih menunjukkan daya tahan, pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia mencapai angka yang signifikan. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sekitar 43.000 pekerja telah mengalami PHK hingga pertengahan tahun 2026.
Selama bertahun-tahun, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesempatan kerja terlihat jelas. Pertumbuhan ekonomi yang baik biasanya diikuti oleh ekspansi perusahaan dan peningkatan kebutuhan tenaga kerja. Namun, kondisi ini mulai berubah dalam beberapa bulan terakhir.
Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61% (yoy), dengan inflasi tetap terjaga dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5±1% (yoy). Investasi juga menunjukkan peningkatan, dengan realisasi mencapai Rp 498,8 triliun pada triwulan yang sama. Namun, di sisi lain, sejumlah sektor padat karya, khususnya tekstil, garmen, alas kaki, dan beberapa industri manufaktur, mengalami tekanan yang cukup berat.
Meski Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada pada kisaran 4,9%-5,7% (yoy), situasi pemutusan hubungan kerja yang terus meningkat menjadi perhatian. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakselarasan antara pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja.