Upacara Doa Bersama di Lantamal VI untuk Prajurit TNI yang Gugur di Papua
Makassar, 11 Maret 2019 - Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Mayor Marinir Aang Andy Warta, M.Tr (Opsla) bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) dalam suatu upacara yang dilaksanakan di Lapangan Arafuru Mako Lantamal VI. Upacara ini diadakan untuk mengenang tiga prajurit TNI yang gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.
Upacara dimulai dengan doa bersama sebagai penghormatan kepada para prajurit yang telah gugur. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, dan pengucapan Sapta Marga.
Pentingnya Soliditas TNI/Polri
Dalam sambutannya, Danyonmarhanlan VI menekankan pentingnya menjaga dan memperkokoh soliditas antara TNI dan Polri. Ia mengingatkan prajurit untuk selalu menjadi contoh yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Mayor Aang Andy Warta menjelaskan bahwa soliditas mencerminkan kekuatan dan kekokohan, serta mengharapkan agar ikatan dan keterpaduan jiwa korsa di antara pasukan dapat terjaga dengan baik, seiring dengan tantangan dan perubahan zaman yang terus berlangsung.
Pencegahan Tindakan Negatif
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) di Lantamal VI untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, serta satuan. Di antara hal-hal yang perlu dihindari adalah penyalahgunaan narkoba, tindakan asusila, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan tindakan kriminal lainnya.
Upacara ini dihadiri oleh seluruh personel yang terdiri dari prajurit dan PNS Lantamal VI serta personel Yonmarhanlan VI Makassar.




