Transformasi Digital BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan JKN
Sumber Foto: warta jogja
Warta Cepat

Transformasi Digital BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan JKN

Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, mengungkapkan pentingnya transformasi digital dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, penerapan teknologi dalam layanan kesehatan dapat memberikan kecepatan dan efisiensi, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun lanjutan.

“Transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi, tetapi juga mengubah pola pikir dan sikap menjadi berbasis teknologi informasi. BPJS Kesehatan menerapkan konsep ini melalui berbagai inovasi, termasuk Aplikasi Mobile JKN,” jelas Edwin dalam kunjungannya ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengambil antrean untuk layanan kesehatan bahkan beberapa hari sebelum kunjungan yang dijadwalkan. Edwin menegaskan, kemudahan ini merupakan bukti bahwa teknologi dapat meningkatkan kecepatan layanan kesehatan.

“Dulu, orang harus antre secara fisik, sekarang antrean bisa diambil melalui aplikasi. Tidak perlu datang lebih awal dan tidak perlu meninggalkan pekerjaan untuk mendapatkan antrean,” tambahnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa per 31 Oktober 2025, jumlah peserta JKN di Indonesia mencapai 282.459.613. Tanpa dukungan teknologi, layanan kepada peserta akan terhambat dan dapat menyebabkan antrean yang panjang.

Sebelum implementasi antrean online pada tahun 2021, waktu pelayanan kesehatan dapat memakan waktu antara enam hingga delapan jam. Edwin mencatat, jika setiap hari ada 1,9 juta pemanfaatan, jutaan orang terpaksa meninggalkan pekerjaan mereka untuk antre. Namun, dengan adanya sistem antrean online, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan keperluan kesehatan kini hanya sekitar dua jam.

Dalam acara tersebut, Edwin juga memberikan penghargaan transformasi digital bintang empat kepada RSUD Panembahan Senopati. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan dalam menerapkan antrean online, integrasi sistem klaim, dan berbagai inovasi lainnya.

“Ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi antara BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, masyarakat, hingga pemerintah, sehingga semua pihak dapat mengakses layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas,” kata Edwin.

Di sisi lain, Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, Atthobari, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa rumah sakit terus berupaya untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Saat ini, pemanfaatan antrean online oleh pasien di rumah sakit kami sudah mencapai 60%. Kami juga menyiapkan petugas khusus untuk membantu pasien dalam menggunakan Aplikasi Mobile JKN. Harapannya, layanan bagi masyarakat Bantul semakin baik,” tutup Atthobari.