Strategi Sukses di Era Digital: Eksekusi Ide dengan Cepat dan Terbuka
Sumber Foto: warta jogja
Warta Cepat

Strategi Sukses di Era Digital: Eksekusi Ide dengan Cepat dan Terbuka

Dalam dunia digital yang terus berkembang, menjaga reputasi menjadi salah satu kunci sukses dalam merintis usaha. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Ahmad Ibrahim Badri, dosen di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, pada acara Webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo dan Debindo di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Webinar yang bertema "Kultur Tren pada Era Digital" ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai usia dan profesi, pada tanggal 14 Juni 2021. Dr. Ahmad Ibrahim, yang akrab disapa Bang Aim, menekankan pentingnya transparansi dalam menampilkan produk di platform digital. "Foto dan video produk yang autentik lebih disukai oleh konsumen dibandingkan yang ditutupi. Jika konsumen merasa tertipu, reputasi usaha Anda bisa langsung tercoreng," ujarnya.

Bang Aim juga menambahkan bahwa terdapat banyak konsumen yang mencari barang-barang dengan karakter khusus, seperti buku lawas, motor atau mobil kuno, dan barang antik. "Bahkan untuk barang antik, foto yang menunjukkan karakter 'old' lebih dipercaya daripada yang terlihat terlalu mulus," jelasnya.

Selain Dr. Ahmad Ibrahim, webinar ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Krisna Murti, dosen Universitas Sriwijaya Palembang, Imam Wicaksono, CEO Sempulur Craft, dan Murni Andhani Ayusari, content writer dari Jaring Pasar Nusantara Sogiftu. Acara ini dimoderatori oleh Zacky Ahmad dengan Rany Ranch sebagai key opinion leader.

Krisna Murti menyoroti pentingnya niat baik dalam etika digital. Ia merujuk pada penelitian dari Siberkreasi dan Delloitte yang menyatakan bahwa niat baik merupakan aspek penting dalam memahami etika digital atau netiquette. "Digital ethic mencakup integritas, kesadaran, tanggung jawab, dan nilai kebajikan. Kunci utamanya adalah kesadaran saat menggunakan platform digital," tegas Krisna.

Rany Ranch juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap tren digital marketing. "Jangan terjebak pada produk yang tidak lagi disukai pasar. Konsumen di era digital cepat merasa bosan, jadi penting untuk terus belajar dan mengikuti perubahan," ujarnya.

Murni Andhani dan Imam Wicaksono, sebagai praktisi digital, menyarankan agar calon pengusaha memulai dari bawah. "Latihan dari dasar seperti menjadi dropshipper atau reseller sangat penting. Kemudian, pelajari cara membuat konten menarik untuk media sosial," kata Murni.

Imam Wicaksono menambahkan bahwa ide harus segera dieksekusi. "Terlalu lama berpikir hanya akan membuat peluang hilang karena persaingan di dunia digital sangat cepat. Segera ambil tindakan," tegasnya.