RSUD Cabangbungin Bekasi Raih Pengakuan Sebagai Finalis Inovasi Pelayanan Publik
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Program Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan (Rusa Berlian) milik RSUD Cabangbungin di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terpilih sebagai finalis top inovasi pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kemenpan RB untuk kategori umum.
Dari total 2.378 proposal inovasi program yang masuk secara nasional, RSUD Cabangbungin terpilih bersama 273 inovasi terbaik berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 330 Tahun 2025.
"Bangga dan terima kasih kepada RSUD Cabangbungin, lewat inovasi Rusa Berlian. Ini sekaligus bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kita," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Sabtu.
Dia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran RSUD Cabangbungin yang mampu menunjukkan kinerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki peran penting dalam mendorong lahir inovasi pelayanan publik melalui dukungan kebijakan, pembinaan manajerial serta penguatan tata kelola institusi layanan kesehatan.
"Saya mengetahui RSUD Cabangbungin ini dari tahun ke tahun. Dari mulai saya menjadi anggota DPRD, wakil bupati, hingga sekarang Plt Bupati, saya melihat langsung bagaimana integritas dan semangat perubahan yang dibangun oleh pimpinan rumah sakit," ujarnya.
Ia menyatakan kualitas pelayanan yang semakin ramah, cepat dan tepat waktu membuat tingkat kepercayaan masyarakat meningkat signifikan, bahkan menjangkau warga dari daerah perbatasan seperti Kabupaten Karawang.
Asep menilai inovasi Rusa Berlian dalam perspektif pemerataan layanan kesehatan menjadi tonggak penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi yang selama ini membutuhkan penguatan fasilitas rujukan.
"BLUD RSUD Cabangbungin ini berkembang luar biasa. Dari awalnya hanya sekitar Rp500 juta, sekarang bertahap hingga menargetkan Rp20 miliar pada tahun ini. Ini fase perkembangan yang tidak bisa dipandang sebelah mata," katanya.
Dirinya menegaskan pencapaian tersebut menjadi contoh konkret transformasi birokrasi pelayanan publik yang efektif dan akan menjadi model bagi perangkat daerah lain di Kabupaten Bekasi.
Direktur RSUD Cabangbungin dr Erni Herdiani menjelaskan inovasi Rusa Berlian merupakan payung besar dari puluhan inovasi pelayanan yang dirancang untuk menjawab langsung kebutuhan serta keluhan masyarakat.
"Inovasi Rusa Berlian ini adalah singkatan dari Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan. Di dalamnya ada sekitar 24 inovasi, salah satunya Gadar Gercep untuk mempercepat layanan di UGD berdasarkan masukan masyarakat," katanya.
Ia mengungkapkan penerapan inovasi tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat, kinerja layanan serta kemandirian keuangan rumah sakit melalui optimalisasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Bed Occupancy Rate (BOR) kami yang awalnya hanya 14,7 persen di tahun 2022, kini meningkat hingga 80 persen. Pendapatan BLUD juga naik dari Rp500 juta menjadi Rp15 miliar di 2025, dan tahun 2026 ditargetkan Rp20 miliar," katanya.
Erni berharap inovasi Rusa Berlian terus berkelanjutan dan berkembang sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang humanis serta profesional di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
"Mudah-mudahan inovasi ini terus berkembang. Kepuasan pasien adalah tujuan kami dan kami ingin RSUD Cabangbungin menjadi pintu gerbang kesehatan yang benar-benar melayani dengan hati," katanya.




