PTFI Dukung Perkembangan Olahraga Papua pada Haornas 2025
Sumber Foto: seputarpapua.com
Olahraga

PTFI Dukung Perkembangan Olahraga Papua pada Haornas 2025

MIMIKA, Seputarpapua.com | PT Freeport Indonesia (PTFI) dikenal sebagai perusahaan tambang terbesar di Indonesia bahkan salah satu di dunia.

Tapi taukah kalian? Kontribusi PTFI bagi Indonesia tidak hanya berupa pajak, lapangan kerja, pengembangan masyarakat lokal, sosial dan kesehatan, tetapi juga dibidang olahraga.

Berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI) tanggal 9 September selalu membawa makna tersendiri bagi olahraga Indonesia, karena hari itulah sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985 diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Sejak dicetuskan pada 9 September, Haornas telah menjadi tonggak kebangkitan olahraga Indonesia. Dari waktu ke waktu, Haornas mengingatkan bahwa olahraga bukan hanya aktivitas jasmani, melainkan gerakan kebangsaan yang mempersatukan rakyat, membangun karakter, serta menumbuhkan daya juang bangsa.

Bentuk dukungan dibidang olahraga ini diawali dengan pembangunan Mimika Sport Complex (MSC) 2016 di Kabupaten Mimika, kemudian pada April 2022 PTFI menandatangani nota kerja sama dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) agar MSC dijadikan lokasi pemusatan latihan atlet nasional atau pelatnas desentralisasi khusus kawasan Indonesia timur.

Selanjutnya, empat bulan kemudian PTFI membentuk Sekolah Sepak Bola (SSB) bagi anak-anak Papua dalam wujud Papua Football Academy (PFA) pada 31 Agustus 2022, dan diresmikan secara langsung oleh mantan Presiden Jokowi saat itu.

Bentuk dukungan PTFI tidak hanya berhenti disitu, mereka juga menjadi sponsor bagi Timnas Indonesia, beberapa klub sepak bola di Papua seperti Persipura Jayapura dan PSBS Biak, juga beberapa turnamen olahraga tingkat nasional maupun lokal.

Pada peringatan Hari Olahraga Nasional atau yang sering disingkat Haornas 2025 yang diperingati setiap tanggal 9 September ini, seputarpapua.com diberikan kesempatan bertemu dengan atlet dan ofisial PASI maupun PFA yang berbagi atap di MSC untuk bertanya makna Haornas bagi mereka.

Pelatih PFA Steven mengatakan, Haornas yang diperingati setiap pada 9 September merupakan momentum yang luar biasa dan baik untuk mengangkat semangat atlet muda terutama atlet Papua, sehingga mereka bisa menjadi bakat luar biasa untuk Indonesia.

“Haornas ini juga momentum untuk membangun fondasi, fokus dan attitude (perilaku) yang baik agar mereka (Atlet muda Papua) nantinya bisa jadi bakat yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, jadi sesuai moto kami (PFA) Dari Tanah Papua untuk Indonesia,” katanya.

Perwakilan PFA lainnya, Rizky Aidi, mengungkapkan, dalam peringatan Haornas ini, dirinya berharap olahraga bisa semakin memasyarakat atau semakin banyak masyarakat yang bermain sepakbola sehingga bisa sehat, dan dalam kondisi yang positif.

“Sepak bola menghindarkan kita dari pergaulan negatif dan juga permasalahan, sehingga anak-anak usia muda Papua (diharapkan) dapat lebih banyak yang bermain bola sehingga memingkat juga kualitas sepak bola di Papua, khususnya Mimika meningkat,” paparnya.

Selanjutnya, perwakilan Pelatih Pelatnas Desentralisasi Papua di Mimika atau Papua Athletic Center (PAC) Yeremias menyampaikan, Haornas ini sangat spesial bagi mereka yang bertanding dan kesehariannya berada di lapangan.

“Bukti (semangat Haornas itu) pada Mei (2025) itu sudah tidak ada jeda istirahat, karena kita ikut iven olahraga baik nasional dan internasional dan kami meraih prestasi,” katanya.

“Sehingga saat ini apresiasi kami berikan kepada beberapa atlet untuk beristirahat mengambil cuti. Untuk memaknainya seperti itu, selain memberikan apresiasi lain, kepada mereka dalam bentuk honor, sepatu baru juga salah satunya,” imbuhnya.

Yeremias pun berharap, kedepan makna Haornas bukan hanya sebatas ada atlet yang berprestasi, tetapi atlet itu bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda berikutnya.

Sementara Atlet PAC Lina Hisage dan Benediktus Solme menyampaikan terima kasihnya kepada PTFI atas dukungan yang telah diberikan sehingga mereka bisa menjadi atlet dan bertanding di turnamen internasional.

Benediktus sendiri bertanding pertama kali di turnamen internasional di kancah Philipine Athletics, dan Lina bertanding di Malaysia.