Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja dan Dukung Ekonomi Desa
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja dan Dukung Ekonomi Desa

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok pangan berbasis desa.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan MBG telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja dari pengoperasian sekitar 22.000 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

“Dengan 22.000 dapur saja, sekarang kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 kali 50 orang yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, dampak MBG tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja langsung di dapur SPPG. Keberadaan dapur MBG juga menggerakkan ekosistem ekonomi desa melalui keterlibatan pemasok bahan pangan lokal.

“Dapur-dapur itu membutuhkan pemasok, mulai dari tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, daging, dan sebagainya di setiap desa. Satu dapur bisa menimbulkan pemasok sampai 10 atau 20 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila target penerima MBG mencapai 82 juta orang, maka program ini berpotensi menciptakan 3 hingga 5 juta lapangan kerja baru.

“Itu nanti di ujungnya, kalau kita sampai 82 juta penerima, kita akan menciptakan 3–5 juta lapangan kerja,” kata Prabowo.

Program Strategis Ciptakan Efek Berganda

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang dirancang untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.

“MBG penting, lapangan kerja penting. Program ini bukan sekadar memberikan ‘ikan’ ke penerima manfaat, melainkan juga memberikan ‘kail’ untuk memutar roda perekonomian,” ujar Rachmat.

Menurutnya, melalui penyerapan produk pangan desa dan dorongan hilirisasi yang memenuhi standar mutu, MBG mengintegrasikan potensi lokal ke dalam rantai pasok modern.

Hingga akhir Januari 2026, lebih dari 60 juta penerima manfaat telah terlayani melalui 22.091 SPPG di seluruh Indonesia. Keberadaan SPPG tersebut tercatat menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Program MBG kini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang dimulai dari wilayah pedesaan.