Peresmian Fasilitas Baru di Pagar Merbau: Tantangan Membangun Budaya Pelayanan Publik
Berita Terkait
Mimbar Sains & Tekno Selasa,28/04-21:42
Bupati Batubara Baharuddin Siagian Lulus Doktor UIN Sumatera Utara
Mimbar Hukum & Kriminal Selasa,28/04-19:35
Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan, Perkara PT Madina Gas Lestari Dinilai Tak Sesuai Fakta
Mimbar Hukum & Kriminal Selasa,28/04-17:58
Terdakwa Yuka Pengedar Narkoba Asal Sergai Dituntut 8,5 Tahun Penjara
mimbarumum.co.id — Peresmian Kantor Camat dan Puskesmas baru di Kecamatan Pagar Merbau menjadi penanda penting arah pelayanan publik Deli Serdang: cepat, transparan, dan mudah atau CTM. Namun, di balik bangunan baru, tersimpan satu pertanyaan kunci, apakah perubahan fisik akan diikuti perubahan sikap melayani?
Bupati Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan dua fasilitas publik tersebut, Rabu (18/2/2026). Pesannya tegas yaitu pembangunan yang dibiayai pajak rakyat harus kembali sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
“Ini hasil kerja keras pemerintah dan kontribusi masyarakat melalui PBB. Maka manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Pernyataan itu bukan basa-basi. Di tingkat kecamatan, kantor camat bukan sekadar ruang administrasi, melainkan wajah pertama negara di hadapan warga. Aula yang diminta Bupati agar dibuka untuk kepentingan publik—dari musyawarah hingga hajatan—menjadi simbol bahwa fasilitas negara tak boleh eksklusif bagi birokrasi.
Namun sorotan paling tajam justru mengarah ke Puskesmas baru Pagar Merbau. Gedungnya representatif. Layanannya lengkap—rawat inap, laboratorium, hingga layanan primer terintegrasi. Bahkan disebut sebagai salah satu Puskesmas terbaik di Deli Serdang.
“Tapi ingat,” tegas Bupati, “jangan sampai bangunannya megah, pelayanannya justru dingin. Keramahan dan empati tetap yang utama.”
Kalimat itu menyentil inti persoalan pelayanan publik: kualitas tidak diukur dari tembok dan alat, melainkan dari interaksi manusia di dalamnya. Banyak fasilitas kesehatan runtuh kepercayaan publiknya bukan karena kurang canggih, tetapi karena kurang empati.
Langkah lain yang patut dicatat adalah alih fungsi gedung eks Puskesmas menjadi Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Nurul Qolbi. Peresmian dilakukan Ketua TP PKK Jelita Asri Ludin Tambunan bersama jajaran.
Transformasi ini menyampaikan pesan kebijakan yang jarang disorot: pembangunan inklusif. Bahwa negara hadir bukan hanya bagi yang kuat dan mudah dilayani, tetapi juga bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus yang sering terpinggirkan.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan meraih masa depan,” pungkas Bupati.
Di Pagar Merbau, negara telah membangun gedung. Kini tantangan sebenarnya dimulai: membangun budaya melayani. Karena publik tidak akan menilai pemerintah dari plang peresmian, melainkan dari pengalaman sehari-hari saat berurusan dengan birokrasi dan layanan kesehatan.
Reporter: Ngatirin/rel
Menyukai ini:
Memuat...
Deli Serdang
Tags
anak berkebutuhan khusus
Birokrasi
CTM
deli serdang
Kantor Camat
layanan kesehatan
Pagar Merbau
Pelayanan Publik
PKBM
puskesmas
Bagikan
Artikulli paraprak
Cathlab RSUD Amri Tambunan Diresmikan, Deli Serdang Perkuat Layanan Jantung
Artikulli tjetër
Sidak Swalayan Deli Mas, Pemkab Tawarkan Skema Sewa atau KSP ke Pedagang
Tinggalkan Balasan




