Pemerintah Kabupaten Badung Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Inovasi Cepat dan Tepat
Sumber Foto: Warta Bali Online
Warta Cepat

Pemerintah Kabupaten Badung Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Inovasi Cepat dan Tepat

MANGUPURA – Komitmen Pelayanan Kesehatan yang Ditingkatkan

Pemerintah Kabupaten Badung tengah memperkuat komitmen dalam pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Inovasi yang diusung bertujuan untuk menciptakan layanan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran. Hal ini menjadi fokus utama dalam rapat evaluasi implementasi program Mantap Nak Badung (Manfaat Tambahan Penjaminan Pelayanan Kesehatan) yang berlangsung di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, pada Rabu, 29 April 2026.

Rapat Strategis Dipimpin oleh Bupati Badung

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Inspektur Kabupaten Badung, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Dinas Kesehatan. Program Mantap Nak Badung dirancang sebagai pelengkap bagi layanan Krama Badung Sehat (KBS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Integrasi Layanan Kesehatan dalam Ekosistem Digital

Inovasi yang diperkenalkan mencakup berbagai fitur unggulan, seperti layanan home care, telemedicine, dan sistem antar-jemput pasien yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Bupati Wayan Adi Arnawa menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak terletak pada kecanggihan fitur yang ditawarkan, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya mengurangi kesenjangan akses layanan, terutama bagi masyarakat lapisan bawah, dan mendorong penguatan unit layanan bergerak agar tenaga medis dapat menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan terkecil.

Evaluasi dan Sosialisasi Layanan Kesehatan

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan layanan saat ini belum sebanding dengan jumlah penduduk Badung yang mencapai lebih dari 500 ribu jiwa. Faktor utama yang menjadi penghambat adalah sosialisasi yang belum merata. Bupati meminta Puskesmas, perbekel, dan perangkat desa untuk aktif berperan sebagai ujung tombak informasi kepada masyarakat.

Kesiapan SDM dan Infrastruktur

Di akhir arahannya, Bupati menekankan bahwa inovasi harus disertai dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang memadai. Ia menyatakan bahwa pelayanan harus cepat, mudah, dan tepat sasaran, serta menekankan pentingnya sosialisasi yang efektif, pelaksanaan yang baik, dan evaluasi berkelanjutan.

Pengembangan Layanan Melalui Aplikasi Digital

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita, menyampaikan bahwa regulasi teknis dan pengaturan tarif baru diharapkan akan tuntas pada akhir 2025, yang akan mempengaruhi optimalisasi layanan. Seluruh layanan kini telah terintegrasi dalam aplikasi “Badung Sehat”, yang memungkinkan masyarakat untuk memantau riwayat kesehatan dan mengakses layanan home care secara mandiri.

Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan respons cepat (fast response) guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.