Ngopi Kerukunan: Menggugah Kesadaran akan Global Disorder dan Peran Agama dalam Konflik
Sumber Foto: MUI - Majelis Ulama Indonesia
Internasional

Ngopi Kerukunan: Menggugah Kesadaran akan Global Disorder dan Peran Agama dalam Konflik

Warta News Day - Jakarta, MUI Digital-Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI Prof Bunyan Saptomo menilai dunia saat ini tengah berada dalam kondisi global disorder atau kekacauan tatanan global, ditandai dengan meningkatnya konflik di berbagai kawasan serta melemahnya peran lembaga dan hukum internasional.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum “Ngopi Kerukunan” yang digelar Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Grha Oikoumene, yang mengangkat tema “Agama sebagai Pembawa Damai: Peran Tokoh Agama di Tengah Ketegangan dan Konflik Global”.

“Yang kita harapkan adalah global order, tapi yang terjadi sekarang justru global disorder. Ini ditandai banyaknya konflik dan melemahnya kepatuhan terhadap hukum internasional,” ujar Bunyan kepada MUI Digital, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Di Ngopi Kerukunan, Tokoh Agama Sepakat Kezaliman Global Harus Dihentikan

Bunyan memaparkan sejumlah konflik yang saat ini menjadi sorotan dunia, mulai dari Palestina, Ukraina, hingga Iran, serta konflik di Myanmar yang kerap luput dari perhatian.

Menurutnya, eskalasi konflik tersebut menunjukkan bahwa sistem global yang selama ini diharapkan mampu menjaga stabilitas justru tidak berjalan efektif.

“Konflik tidak hanya bersifat regional, tapi sudah menjadi global karena adanya keterlibatan berbagai kepentingan negara besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bunyan menyoroti bagaimana agama kerap digunakan sebagai bagian dari narasi konflik, meskipun akar persoalannya tidak selalu bersifat teologis.

Baca juga: Ngopi Kerukunan Lintas Agama: MUI Dorong Toleransi yang Membumi, Bukan Elitis

Ia mencontohkan konflik Palestina yang tidak lepas dari aspek ideologi dan simbol keagamaan seperti Yerusalem, yang menjadi kota suci bagi tiga agama besar. Sementara di Ukraina, isu agama juga mulai dimunculkan meskipun konflik awalnya bersifat geopolitik.

“Sering kali agama ditarik masuk untuk membangun emosi dan legitimasi. Padahal, tidak semua konflik berakar dari agama,” ujarnya.

Bagikan:

Berita Lain

Berita

Peringati Hari Dialog Antar-Peradaban, Dubes Saudi: Perdamai...

Rabu, 10 Juni 2026 | 21.08 WIB

Berita

Anis Matta di Hari Dialog Peradaban: PBB Seperti Payung Boco...

Rabu, 10 Juni 2026 | 19.50 WIB

Berita

Pesan Pengasuh Pesantren Lirboyo Kiai Kafabihi saat Ziarah k...

Rabu, 10 Juni 2026 | 19.34 WIB

Berita

Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar Modus DAM dan B...

Rabu, 10 Juni 2026 | 18.30 WIB

Berita

Menhaj Sambut Kedatangan Muysrif Diny, Sukses Spiritual Haji...

Rabu, 10 Juni 2026 | 18.06 WIB

Berita

Wakil Ketua MPR RI: Perdamaian Global Mustahil tanpa Kemerde...

Rabu, 10 Juni 2026 | 17.39 WIB

Berita

Soroti Krisis Global, MUI dan Parlemen Suarakan Pesan Perdam...

Rabu, 10 Juni 2026 | 15.35 WIB

Berita

Wakili Indonesia di PBB, Agus Hasan Hidayat Dorong Penghapus...

Selasa, 9 Juni 2026 | 23.30 WIB

Berita

Waketum MUI KH Cholil Nafis Usul Program MBG Gandeng Dapur M...

Selasa, 9 Juni 2026 | 22.41 WIB

Berita

Pemerintah Selangor Klarifikasi Pedoman Rumah Ibadah Non-Mus...

Selasa, 9 Juni 2026 | 22.28 WIB