Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Pembangunan Berkelanjutan dan Integrasi SDGs
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Pembangunan Berkelanjutan dan Integrasi SDGs

Pembangunan berkelanjutan merupakan fondasi utama pembangunan masa depan di Indonesia. Konsep ini menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta pelestarian lingkungan, sehingga setiap generasi dapat menikmati sumber daya dan kualitas hidup yang layak tanpa mengorbankan generasi mendatang.

Pembangunan berkelanjutan di Indonesia didasarkan pada prinsip-prinsip ekuitas (keadilan antargenerasi dan intra-generasi), kebutuhan (pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, pendidikan, dan energi), serta batasan (kesadaran atas keterbatasan sumber daya dan daya dukung lingkungan). Agenda pembangunan ini dirumuskan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 tujuan dan 169 target, yang meliputi isu-isu penting seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih, dan aksi iklim.

Sejauh ini, capaian SDGs Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan laporan capaian SDGs tahun 2024, sekitar 61,4% indikator nasional telah tercapai, termasuk penurunan tingkat kemiskinan menjadi 8,47% pada Maret 2025 serta penurunan stunting balita menjadi 19,8% pada tahun 2024. Indeks literasi masyarakat dan minat baca juga terus meningkat. Rasio elektrifikasi mencapai 99,83% di tahun 2024, menandakan hampir seluruh desa di Indonesia telah teraliri listrik. Kendati demikian, disparitas antardaerah masih perlu diatasi, karena tingkat kemiskinan dan akses pendidikan tinggi masih bervariasi cukup lebar antara provinsi.

Tantangan utama implementasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia meliputi:

Ketimpangan pengentasan kemiskinan antara pulau, misalnya Papua Pegunungan dengan tingkat kemiskinan yang jauh di atas rata-rata nasional.

Penurunan stunting yang perlu percepatan dan pendekatan multidimensi, tidak hanya berbasis intervensi medis.

Kesenjangan mutu dan akses pendidikan, terutama ke pendidikan tinggi di kawasan tertinggal.

Transisi energi menuju sumber terbarukan yang terhambat oleh ketergantungan pada batubara.

Angka deforestasi netto masih tinggi dan pengawasan tata kelola lingkungan harus diperkuat, khususnya menghadapi tekanan ekspansi lahan dan pemanfaatan sumber daya alam.

Agar pembangunan berkelanjutan benar-benar berdampak, sinergi multipihak antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil perlu diperkuat. RPJMN 2020-2024 telah mengintegrasikan SDGs dalam agenda nasional, tetapi harmonisasi perencanaan antara pusat dan daerah harus terus ditingkatkan. Pemerintah juga perlu memberikan insentif fiskal untuk investasi hijau dan transisi energi, memperluas program literasi berbasis komunitas, serta memperkuat pengawasan dan pendanaan program lingkungan. Akselerasi pencapaian target SDGs sangat penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang inklusif, adil, serta berkelanjutan.

Dengan demikian, Pembangunan berkelanjutan menjadi landasan utama pencapaian cita-cita Indonesia masa depan. Melalui penguatan kolaborasi, perbaikan tata kelola, integrasi kebijakan, dan inovasi, Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kesejahteraan berkeadilan dan melindungi lingkungan bagi generasi mendatang.