Menpora Erick Thohir Bahas Agenda Strategis Peningkatan Olahraga Nasional dengan KONI
KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, melakukan rapat tertutup dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat guna membahas penguatan kerja sama antara kedua belah pihak.
"Hari ini, Kemenpora dan KONI Pusat melakukan pertemuan yang membahas tentang bagaimana peningkatan kerja sama KONI dengan Kemenpora," kata Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dalam konferensi pers di Gedung KONI Pusat, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Pada pertemuan ini, Menpora Erick Thohir mengatakan sejumlah hal dibahas mulai dari deregulasi Peraturan Menpora (Permenpora), Pekan Olahraga Nasional (PON), dan revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Selain itu, pembahasan juga menyinggung perihal dualisme cabang olahraga, pemberian LPDP atlet yang didorong untuk dimulai dari S1, serta Indonesia Sports Summit 2025 yang akan berlangsung pada akhir pekan ini, 6-7 Desember 2025.
Erick menekankan bahwa diskusi kali ini bertujuan agar KONI dan pemerintah sebagai bisa menyatukan visi dan misi dalam menyusun program untuk kemajuan olahraga nasional.
Salah satunya dengan meminta masukan mengenai deregulasi 191 Permenpora yang tengah digodok oleh Kemenpora untuk dikurangi menjadi sekitar 20 Permenpora.
"Kami meminta masukan mengenai yang sedang dijalankan yaitu deregulasi 191 aturan," kata Erick.
"Tetapi, yang pasti tadi saya sampaikan, saya punya komitmen sama-sama seperti statement yang saya sudah sampaikan, kami di Kemenpora tidak memosisikan diri hanya sebagai pemimpin, tetapi ingin mengayomi."
"Karena itulah, introspeksi pertama kali di Kemenpora yang kemarin kita mencabut Permenpora nomor 14 tahun 2024."
"Nah, itu yang tadi kami sharing juga, bagaimana ke depannya. Jangan sampai kami juga sedang mereview regulasi sebanyak 191 aturan, malah kami mengeluarkan regulasi yang kontraproduktif yang sudah berjalan seperti sebelumnya," lanjutnya.
Erick menargetkan bahwa pemangkasan ini ditargetkan tuntas pada akhir tahun.
"Baru nanti di awal tahun depan kami mulai berdiskusi kepada publik dan tentu stakeholder olahraga apa yang kita bisa lakukan," tutur Erick.
Pria 55 tahun itu melanjutkan bahwa apa yang dilakukan ini semata bertujuan untuk menyelaraskan program olahraga nasional demi meningkatkan prestasi olahraga di pentas internasional.
"Semua yang kami lakukan ini bukan buat kami, tetapi tentu buat masyarakat olahraga secara menyeluruh. Terutama tentu olahraga-olahraga yang harus kita siapkan untuk PON, tetapi berlanjut ke SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade," jelasnya.




