Menpora Dorong ORADO Tingkatkan Sport Industry dan Sport Tourism di Indonesia
Sumber Foto: InfoPublik
Olahraga

Menpora Dorong ORADO Tingkatkan Sport Industry dan Sport Tourism di Indonesia

Menpora Dorong ORADO Perkuat Sport Industry dan Sport Tourism Nasional

: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. /Foto Humas Kemenpora

Oleh Wandi, Kamis, 8 Januari 2026 | 19:26 WIB - Redaktur: Untung S - 225

Jakarta, InfoPublik — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir mendorong Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) untuk berperan aktif dalam memperkuat sport industry dan sport tourism sebagai bagian dari upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Menpora Erick saat menghadiri Deklarasi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ORADO periode 2026–2030 di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, sebagimana dilansir Kemenpora, Kamis (8/1/2026).

Menurut Menpora, ekosistem olahraga nasional saat ini tidak hanya bertumpu pada olahraga prestasi dan olahraga masyarakat, tetapi juga berkembang pada olahraga industri yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

“Cabang olahraga sekarang berbagai macam, ada olahraga prestasi, olahraga masyarakat, dan olahraga industri. ORADO ini menjadi bagian dari sport industry yang memang bisa mendorong perputaran ekonomi secara menyeluruh,” ujar Menpora Erick.

Ia menilai sport industry merupakan sektor yang pertumbuhannya signifikan secara global, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi di banyak negara. Karena itu, kehadiran ORADO dinilai strategis dalam memperluas kontribusi olahraga terhadap ekonomi nasional.

“Saya senang ketika di Indonesia sport industry menjadi wadah pengembangan olahraga yang mengandung nilai ekonomi. Saya mengapresiasi ORADO yang lahir sebagai salah satu olahraga untuk meningkatkan sport industry kita,” imbuhnya.

Menpora juga berharap ke depan kejuaraan domino berskala internasional dapat digelar di Indonesia, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan sport tourism dan memberikan efek ganda bagi roda perekonomian nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick menekankan pentingnya soliditas organisasi dan mengingatkan agar tidak terjadi dualisme kepengurusan yang dapat menghambat pembinaan atlet dan perkembangan prestasi.

“Saya harap dualisme olahraga jangan sampai terjadi. Hal-hal seperti ini justru akan merugikan atlet dan menghambat konsolidasi organisasi,” tegasnya.

Acara Deklarasi dan Rakernas I ORADO ini turut dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi, serta sejumlah tokoh nasional.

Sementara itu, Ketua Umum ORADO Yooky Tjahrial menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi organisasi secara nasional dengan melibatkan seluruh pengurus di daerah.

“Kita akan menyeleksi atlet dari daerah ke provinsi hingga pelaksanaan kejuaraan nasional pada 2026. Rakernas ini juga dilanjutkan dengan pelatihan wasit serta sosialisasi peraturan dan regulasi,” ujar Yooky.

Ia menjelaskan, ORADO saat ini telah memperoleh rekomendasi dari KONI, KOI, dan Kemenpora, serta akan memenuhi seluruh persyaratan administratif untuk pengakuan resmi sebagai federasi olahraga nasional.

“Yang terpenting, kami ingin menghapus stigma negatif di masyarakat dan mendorong domino menjadi olahraga yang profesional dan berprestasi melalui gerakan #DominoNaikKelas,” katanya.

Deklarasi dan Rakernas I ORADO periode 2026–2030 mengusung tema “Konsolidasi dan Penguatan Fondasi Organisasi ORADO sebagai Federasi Olahraga Domino yang Profesional dan Berprestasi”, serta diikuti oleh Pengurus Besar ORADO, 38 Pengurus Provinsi, 309 Pengurus Kabupaten/Kota, dan 45 perwakilan wasit dari seluruh Indonesia.

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber infopublik.id