Lula Lahfah Meninggal Akibat Henti Jantung, Isu Overdosis Ditepis
TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kabar wafatnya selebgram Lula Lahfah pada Jumat malam, 23 Januari 2026, menjadi contoh nyata bagaimana duka bisa dengan cepat bercampur dengan spekulasi.
Sosok Lula yang selama ini dikenal ceria dan aktif di dunia digital mendadak menjadi pusat perhatian publik.
Dalam waktu singkat, namanya merajai perbincangan di platform X (Twitter) dan Threads, bukan hanya karena rasa kehilangan, tetapi juga karena berbagai asumsi yang berkembang tanpa dasar.
Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, sebagian di antaranya justru mengarah pada narasi kelam.
Isu bahwa pacar Reza Arap itu meninggal akibat overdosis sempat mencuat dan menyebar luas.
Dokumen Resmi Menjawab Keraguan Publik
Ketika spekulasi semakin liar, fakta medis akhirnya muncul ke permukaan.
Dokumen resmi berupa Surat Keterangan Kematian bernomor 023/I/2026/SKK/MMC yang diterbitkan oleh Mardhiyah Medical Clinic menjadi penjelas dari berbagai kabar simpang siur.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa Lula Lahfah meninggal dunia akibat henti jantung (henti jantung henti nafas).
Pernyataan medis ini sekaligus mematahkan berbagai isu yang sebelumnya berkembang tanpa landasan kuat.
Dokumen itu ditandatangani oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan mencatat waktu kematian Lula pada pukul 19.20 WIB.
Dengan adanya keterangan tersebut, narasi yang mengaitkan kematian Lula dengan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk isu “Lula Lahfah OD” dan “Lula Lahfah overdosis”, dipastikan tidak memiliki dasar.




