Kompetisi Sepak Bola Usia Muda Dorong Pertumbuhan Ekonomi Olahraga Nasional
Sumber Foto: JPNN.com
Olahraga

Kompetisi Sepak Bola Usia Muda Dorong Pertumbuhan Ekonomi Olahraga Nasional

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta. Foto: Kemenpora.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Sepak bola merupakan olahraga yang paling digemari di Indonesia. Dengan banyaknya event kelompok umur yang digelar, ternyata potensi ekonomi dari industri olahraga tersebut cukup besar.

Kompetisi sepak bola usia muda tak lagi sekadar ajang pencarian bakat. Di balik semangat sportivitas dan pembinaan atlet masa depan, geliat turnamen kelompok usia ini kini menjelma menjadi mesin penggerak industri olahraga nasional.

Ratusan turnamen kelompok usia—dari U-9, U-11, U-13, hingga U-17—digelar rutin setiap tahun di berbagai daerah.

Baca Juga:

Menpora Amali Apresiasi Turnamen U-16 Nusantara Open Piala Prabowo Subianto 2022

Penyelenggaranya pun beragam, mulai dari sekolah sepak bola (SSB), akademi, operator swasta, hingga dukungan aktif dari PSSI dan pemerintah melalui program pembinaan usia dini.

Di balik persaingan yang sengit di lapangan, kompetisi ini menciptakan efek ekonomi berantai. Perputaran uang terjadi dalam berbagai bentuk: sewa lapangan, akomodasi, transportasi tim, konsumsi, penjualan merchandise, hingga belanja perlengkapan tim dan kontribusi UMKM lokal.

Melihat potensi ekonominya, Deputi Bidang Industri Olahraga Kemenpora R Isnanta mengakui biaya yang dikeluarkan oleh para operator kompetisi usia muda itu tidaklah kecil. Namun, melihat event-event tersebut bisa berjalan, dia menilai potensi keuntungannya juga ada.

Baca Juga:

Turnamen U-12 dan U-14 Piala Menpora Turut Meriahkan Haornas

"Berbicara soal industri, pasti bicara faktor ekonomi. Menggelar jika tidak menguntungkan, tentu tidak akan dilanjutkan. Namun, ini bisa berlanjut, berarti ada potensi keuntungan ekonomi di situ," katanya.

Operator sepak bola usia dini seperti Liga Topskor, Indonesia Grassroot Championship, dan lebih 15 operator yang berhimpun dalam APSUMSI (Asosiasi Pembina Sepak Bola Usia Muda Seluruh Indonesia) antara lain FORSGI, BLiSPI, GEAS Indonesia, Komunitas Jujur, FOSSBI, Fosbolindo, GoBolaBali, ASBI, Liga Sentra, SBAI, Dream Come True (DCT), dan lainnya.

Kompetisi sepak bola usia muda tak lagi sekadar ajang pencarian bakat, tetapi kini menjelma menjadi mesin penggerak industri olahraga nasional.

1

2

3

Next

Last »

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Buka Komentar

TAGS Kemenpora Kompetisi Sepak Bola Usia Muda ekosistem industri olahraga nasional Industri Olahraga Nasional Sepak Bola Raden Isnanta

BERITA TERKAIT

Susi Susanti Apresiasi Keberpihakan Menpora Erick untuk Perlindungan Atlet Korban Kekerasan Seksual

Menpora Erick Dukung Langkah FPTI untuk Dampingi Korban Kekerasan Melapor ke Mabes Polri

Searah dengan Langkah Menpora Erick, Waketum 1 PBSI Tegaskan Pelecehan Seksual Merusak Integritas Olahraga

Dukung Menpora, Okto Kawal Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Panjat Tebing

Menteri PPPA Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Kekerasan Fisik dan Seksual di Lingkungan Olahraga

Kelompok Cipayung Plus Dorong Evaluasi Kinerja Menpora Demi Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

BERITA TERKINI GenPI.co

Arema FC Fokus Perbaiki Mentalitas Pemain Sebelum Super League Bergulir

Tips Agar Anak Bernapas Lega saat Pilek, Lakukan Cuci Hidung

Pigai Tegaskan Negara Berhak Larang Pengibaran Bendera One Piece, Bakal Didukung PBB