Kemenpora Kembangkan Sport Tourism untuk Dorong Ekonomi Nasional
Warta News Day - RRI.CO.ID, Jakarta: Pemerintah mendorong wisata olahraga (sport tourism) sebagai strategi penggerak ekonomi nasional melalui event olahraga internasional. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menilai sektor ini memiliki dampak ekonomi signifikan.
“Sport tourism sekarang nilainya hampir 621 miliar dolar, dengan pertumbuhan hampir 8 persen. Artinya ini sesuatu menarik kalau kita mau mendorong juga pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui sport tourism," katanya.
Erick menyebut MotoGP Mandalika menjadi contoh keberhasilan pengembangan sport tourism nasional. Dampak yang dihasilkan pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu menunjukkan sisi positif.
Namun potensi tersebut harus diantisipasi Indonesia secara serius. Karena seringkali sport tourism Indonesia masih belum bisa bersaing dengan negara-negara lain.
Ia mengambil contoh event MotoGP Mandalika dan Formula 1 Singapura yang diselenggarakan di waktu yang bersamaan. Persaingan jadwal event olahraga internasional tersebut dinilai menempatkan Indonesia di posisi yang cukup merugikan.
"Sering sekali sekarang negara-negara tetangga juga sudah melihat Indonesia ini hanya sebagai market. Ketika kita punya event-event besar semuanya diganggu dan ditutupi," ujar Erick.
Pemerintah melalui Kemenpora kini membentuk kedeputian khusus sport tourism dan industri olahraga. Langkah ini bertujuan memperkuat tata kelola dan koordinasi lintas kementerian di bidang tersebut.
Di satu sisi, Ketua Komisi X DPR RI sekaligus pimpinan rapat, Hetifah Sjaifudian, menilai anggaran perlu ditingkatkan demi menunjang berbagai upaya Kemenpora. Karena itu, pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI secara langsung menyatakan dukungannya terhadap penambahan anggaran Kemenpora pada tahun 2026.
"Kami dari Komisi X DPR RI siap mendukung dan membantu agar anggaran Kemenpora bisa naik. Karena itu bagian dari penguatan ekosistem olahraga nasional, pembangunan pemuda Indonesia, dan pembinaan atlet usia dini," kata Hetifah.




