Kemenpora Dorong Transformasi Olahraga dan Ekonomi Melalui Sport Tourism
Sumber Foto: RRI.co.id
Olahraga

Kemenpora Dorong Transformasi Olahraga dan Ekonomi Melalui Sport Tourism

KBRN, Surabaya: Kemenpora RI kini fokus membangun ekosistem olahraga Indonesia menuju era baru. Upaya ini menjadi bagian dari Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di bawah kepemimpinan Menpora Erick Thohir, Kemenpora tidak hanya mengejar prestasi. Kemenpora juga mengembangkan sport tourism dan sport industry sebagai sumber pendapatan negara.

Kemenpora berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menguatkan sektor olahraga. Targetnya adalah membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kreatif serta infrastruktur.

Event olahraga internasional menghadirkan banyak peserta dan wisatawan. Mereka datang dengan kebutuhan transportasi, akomodasi, dan layanan lain yang menggerakkan UMKM.

Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif periode 2015-2019. Ia menilai sport tourism dan sport industry memiliki potensi sebagai kekuatan ekonomi baru.

"Sport tourism tidak hanya menawarkan tontonan olahraga. Sektor ini juga menciptakan daya tarik wisata baru berbasis alam dan budaya lokal," ujar Triawan Munaf, dikutip dari laman Kemenpora RI, Sabtu (15/11/2025).

Ia menambahkan bahwa event internasional memberi sorotan global bagi Indonesia. Hal itu membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Triawan menegaskan bahwa pengembangan sport industry juga penting. Sektor ini mampu menumbuhkan industri perlengkapan olahraga, manajemen event, dan usaha kreatif lainnya.

Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2025 Mandalika membuktikan hal tersebut. Kolaborasi lintas lembaga menghasilkan rekor tiket terjual dan 140.324 penonton.

Perputaran uang mencapai Rp4,8 triliun menunjukkan dampak besar sport tourism. Hal ini membuktikan kontribusinya pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Dirut InJourney, Maya Watono, menyebut MotoGP 2025 sebagai ajang promosi global. Ajang ini juga mendorong hunian hotel Mandalika hingga mencapai 100 persen.

Untuk memenuhi lonjakan perjalanan, maskapai menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok. Sebanyak 44 penerbangan tambahan beroperasi dari berbagai maskapai nasional.