Harwin Arianto: Masseur Nasional yang Dukung Atlet Balap Sepeda di Kancah Dunia
Sumber Foto: suara indonesia
Olahraga

Harwin Arianto: Masseur Nasional yang Dukung Atlet Balap Sepeda di Kancah Dunia

Warta News Day - SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Keahlian di bidang sport massage membuka jalan panjang bagi Harwin Arianto. Pria asal Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi itu kini menjadi bagian dari tim pendukung atlet balap sepeda nasional dan telah mendampingi kompetisi di berbagai negara.

Harwin saat ini tercatat sebagai masseur Tim Nasional Indonesia Cycling Federation (ICF). Ia resmi bergabung sejak 2024 setelah melalui proses seleksi dan uji kompetensi.

“Awalnya saya mendapat panggilan dari pelatih Pelatnas. Setelah tes dan dinyatakan lolos, saya diminta bergabung,” ujar Harwin, Selasa (20/1/2025).

Di tim nasional, perannya tidak sekadar memijat atlet. Harwin terlibat dalam penyusunan program pemulihan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan atlet, mulai pra-lomba hingga pasca-pertandingan. Ia bekerja bersama pelatih dan tim teknis untuk menjaga kondisi kebugaran atlet tetap optimal.

Karena peran tersebut, Harwin hampir selalu menyertai tim balap sepeda Indonesia di berbagai kejuaraan, termasuk event internasional. Sejumlah negara telah ia kunjungi, mulai dari Malaysia, Thailand, Jepang, Hong Kong, hingga Eropa dan Amerika Serikat.

“Sebagian besar kejuaraan berada di bawah naungan UCI, bahkan termasuk agenda besar seperti Olimpiade,” ungkapnya.

Ketertarikan Harwin pada pijat atletik bermula saat menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 2014. Saat itu, sport massage masih menjadi kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa.

“Saya aktif di UKM massage. Dari sana mulai sering dapat panggilan untuk event olahraga,” kenangnya.

Dari aktivitas tersebut, Harwin mulai merasakan manfaat ekonomi. Ia mengaku pernah memperoleh penghasilan jutaan rupiah per bulan saat masih kuliah, yang sangat membantu biaya pendidikan.

Selepas lulus, Harwin terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga sertifikasi khusus masseur olahraga. Ia juga aktif belajar dari praktisi medis dan memperdalam literatur keolahragaan.

Saat ini, Harwin kembali menempuh pendidikan formal jenjang magister Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Yogyakarta. Langkah itu diambil untuk memperbarui dan memperdalam keilmuan yang terus berkembang.

“Ilmu olahraga selalu berubah. Saya ingin tetap mengikuti perkembangan, baik lewat pendidikan, sertifikasi, maupun membaca jurnal terbaru,” ujarnya.

Harwin berharap sport massage semakin dikenal luas oleh masyarakat dan dipandang sebagai profesi yang memiliki peran penting dalam dunia olahraga, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda. (*)