Hari Ketiga Java Jazz Festival 2025: Perayaan Musikalitas Lintas Generasi
Sumber Foto: wartajazz.com
Hiburan

Hari Ketiga Java Jazz Festival 2025: Perayaan Musikalitas Lintas Generasi

Perpaduan Legenda, Talenta Baru, dan Perayaan 20 Tahun

Hari Minggu di Java Jazz Festival 2025 menjadi penutup yang tak kalah seru dibanding dua hari sebelumnya. Deretan musisi dari berbagai genre, usia, dan latar belakang tampil membawa warna masing-masing. Mulai dari bakat muda, musisi veteran, hingga proyek kolaboratif penuh kejutan, semua tersaji di hari ketiga yang patut jadi sorotan pengunjung.

Salah satu highlight paling istimewa datang dari Yance Manusama: Himself di Ascott Hall. Bassist legendaris yang dikenal tanpa latar pendidikan formal ini tampil dengan format all-star, menghadirkan kombinasi musisi lintas generasi dan genre. Lineup-nya mencakup Dezca Anugrah dan Fuad Rudyan (drum), Tiyo Alibasjah, Fari Perucho, Fazriansyah Marwan, Yan Alif Manusama (gitar), Jordy Waelauruw (trumpet), Rega Dauna (harmonika), Otje Stefanus, Louis Situmorang (bass), Ingmar, Rio Manuel (keys/synthesizer), Winaya Satasya, Elma.dae, Tere Panjaitan, Jordy Riz, Mikaila (vokal), dan Otti Jamalus sebagai Director. Bakal menampilkan penampilan spesial Kaemi Lalwani (vocal). Ini bukan sekadar konser, tapi sebuah perayaan musikalitas dan koneksi lintas generasi yang jarang terjadi di satu panggung.

Dari mancanegara, Kamasi Washington akan menghipnotis penonton di Tehbotol Sosro Hall lewat musik yang lentur dan adaptif. Lebih ritmis dan terbuka untuk kolaborasi lintas genre—dari Andre 3000 sampai Thundercat. Konsep Washington yang ingin musiknya mengalir seperti tarian, terbuka dan menyatu.

Tak lama berselang, Snarky Puppy tampil membawa aransemen kompleks dan penuh groove—dua pertunjukan ini jadi paket wajib bagi pencinta jazz progresif dan spiritual. Kolektif pemenang 5 Grammy®, selalu mengutamakan kualitas suara, mencampur funk, R&B, soul, rock, gospel modern, teknologi, dan jazz.

Yang kangen dengan fusion, ada Jeff Lorber Fusion yang menghadirkan Jeff Lorber (keyboard), Jimmy Haslip (bass), Joel Taylor (drums) dan Lenny Castro (percussions) di Zurich Syariah Hall A1.

Tak kalah menggugah adalah penampilan Tompi, yang hadir bersama Ayesha & Zayn dalam format istimewa, serta aksi penuh semangat dari New Chaséiro, pelanjut warisan Chaseiro – Rafi Sudirman, Albert Fakdawer, Rega Dauna + produser Kafin Sulthan yang kini tampil dalam warna kreatif baru.

Sementara itu, duo elektronik SOVA – Larry (flute) dan

Andezzz (bass) yang sempat absen dari Java Jazz Festival sejak 2015 membawa suasana klub ke Java Jazz lewat eksplorasi fusion house dan nu-jazz, dengan sentuhan live instrument yang kental bakal tampil bareng Rick Kanardi, Asti Asha (vocal), Doni Joesran (keys), Josafat Song (drums) dan Ayla Adjie (perkusi).

Buat yang kangen nuansa lawas Jazz Indonesia ada Ambon Jazz Rock proyek spesial yang akan digawangi Barry Likumahuwa Rework feat. Abraham Kevin, Teddy Adhitya, Yance Manusama & Ron King Horn Section

Penikmat jazz lokal bisa menikmati variasi genre lewat aksi Rio Clappy, Dua Empat, LOVE IS, Song Brothers yang akan menampilkan tiga bersaudara hebat Sam, Josh dan Abe Song yang akan ditemani Farrel hilal, Rio siahaan, Vermal, dan kolaborasi spektakuler Nguber Drummer bersama Bowie Champa, Yandi Andaputra & Rio Alief

Momen yang tak kalah emosional juga akan hadir di puncak malam lewat konser 20 Years of Java Jazz Festival, menyatukan sejumlah nama seperti Andien, Barry Likumahuwa, Dira Sugandi, Endah N Rhesa, Tompi, VoxAccord dan lainnya yang telah mewarnai dua dekade perjalanan festival ini. Jika ada hari yang wajib ditutup dengan standing ovation, maka hari ketiga inilah jawabannya.

Bagikan

Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Messenger Bagikan via email Print