Harga Emas Tertekan oleh Dolar AS, Namun Didukung Ketegangan Geopolitik
Warta News Day - SERAMBINEWS.COM - Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (20/2/2026).
Namun masih berada di jalur penurunan secara mingguan.
Tekanan utama datang dari penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta sikap hati-hati investor yang menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat penurunan harga emas tidak terlalu dalam.
Pada perdagangan terbaru, harga emas spot tercatat berada di kisaran US$4.995,85 per ons.
Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi di atas US$5.000 per ons, namun gagal bertahan di level tersebut.
Secara keseluruhan, harga emas diperkirakan mencatat penurunan hampir 1 persen dalam sepekan.
Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah penguatan dolar AS.
Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia, bergerak menuju kinerja mingguan terkuat dalam empat bulan terakhir.
Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar, sehingga minat beli cenderung menurun.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral belum melihat urgensi untuk segera menurunkan suku bunga.
Bahkan, sebagian pejabat masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap berada di level tinggi.
Sikap ini menjadi sentimen negatif bagi emas, karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti bunga.
Meski demikian, harga emas tetap mendapat penopang dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik.




