Fenomena Kesuksesan Drama 'When The Phone Rings'
Drama MBC berjudul 'When The Phone Rings' telah menarik perhatian penonton secara signifikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan rating yang melampaui 6% hanya dalam tiga episode pertama.
Drama yang mengusung genre secret romance thriller ini mulai tayang pada 22 November dan menyoroti kisah sepasang suami istri yang terjebak dalam pernikahan yang diatur. Kehidupan mereka yang tampak sempurna terguncang ketika Baek Sa Eon, suami dari Hong Hee Joo, menerima telepon dari seorang penculik yang mengaku telah menculik istrinya. Premis ini menjadi landasan bagi narasi yang memadukan romansa, thriller, dan misteri.
Menurut data dari FlixPatrol, 'When The Phone Rings' berhasil menduduki peringkat kedua dalam kategori TV Global Non-Inggris di Netflix dalam waktu dua minggu setelah penayangannya. Drama ini meraih posisi pertama di 33 negara, termasuk Singapura, Hong Kong, Filipina, Indonesia, Qatar, Meksiko, Kolombia, dan Brasil, dan terus mempertahankan posisi puncaknya di beberapa negara sejak 26 November.
Selain itu, drama ini juga menempati posisi teratas dalam daftar FUNdex dari Good Data Corporation untuk kategori drama pada minggu keempat November. Dua pemeran utama, Yoo Yeon Seok dan Chae Soo Bin, masing-masing meraih peringkat pertama dan kedua dalam daftar aktor drama yang paling banyak dibicarakan, menunjukkan momentum yang kuat bagi drama ini.
Berdasarkan data Nielsen Korea, 'When The Phone Rings' memulai debutnya dengan rating 5,5% pada episode pertama dan naik di episode ketiga. Kesuksesan drama ini juga berdampak positif pada novel web yang menjadi sumber cerita, dengan peningkatan jumlah pembaca hingga lima kali lipat dan pendapatan meningkat 14,6 kali lipat. Novel web tersebut kini menduduki peringkat pertama dalam daftar harian novel web di Kakao Page, menciptakan fenomena double-hit antara drama dan materi sumber.
Keunikan dari 'When The Phone Rings' terletak pada kombinasi genre yang ditawarkannya. Meskipun romansa menjadi fokus utama, elemen thriller, misteri, dan aksi disisipkan dengan baik dalam alur cerita. Penulis skenario Kim Ji Woon dipuji karena kemampuannya menggabungkan kedalaman emosional romansa dengan ketegangan dari elemen thriller. Hal ini menarik perhatian pemirsa, khususnya dari kalangan perempuan, yang terpesona oleh kompleksitas hubungan pasangan dalam cerita.
Sutradara Park Sung Woo menghadapi tantangan dalam mengadaptasi konten intens dari novel web ke format televisi yang lebih ramah penonton. Keputusan untuk mengurangi elemen-elemen dewasa membuat drama ini dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia, sehingga meningkatkan jumlah penonton.
Kendati meraih kesuksesan, 'When The Phone Rings' tidak lepas dari kontroversi. Tim produksi menghadapi kritik terkait penggambaran bahasa isyarat dalam salah satu adegan, yang dianggap melecehkan komunitas Tuli. Tim produksi menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud mengejek dan mengakui kurangnya usaha dalam memahami tantangan yang dihadapi komunitas tersebut.
Drama ini juga mengalami kendala penjadwalan, dengan dua episode dibatalkan pada 6 dan 7 Desember akibat siaran darurat. Meskipun demikian, saat penayangan kembali pada 13 Desember, drama ini berhasil meraih rating 5,9%, yang menunjukkan kesetiaan penonton.
Antusiasme terhadap 'When The Phone Rings' terus meningkat, dengan drama ini mempertahankan peringkat global yang kuat dan rating domestik yang stabil. Dengan narasi yang memadukan berbagai genre, jajaran pemain yang memukau, dan cerita yang berani, drama ini tidak hanya membangkitkan kembali minat terhadap melodrama-thriller, tetapi juga menetapkan standar baru untuk adaptasi novel web ke televisi.
Dengan keberhasilan yang signifikan, 'When The Phone Rings' menjadi salah satu drama MBC paling populer tahun ini, dan penonton menantikan episode selanjutnya, menjadikannya salah satu tontonan wajib di akhir tahun 2024.




