Fajar Gumelar: Produsen Pupuk Organik yang Ciptakan Lapangan Kerja di Ciamis
Sumber Foto: Warta Ekonomi
Warta Lapangan

Fajar Gumelar: Produsen Pupuk Organik yang Ciptakan Lapangan Kerja di Ciamis

Pembangunan ketahanan pangan menjadi isu strategis dalam pembangunan nasional, menghadapi tantangan yang semakin besar baik di tingkat global maupun nasional. Dalam konteks ini, dukungan dari sumber daya manusia menjadi sangat penting. Sebagai negara agraris, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa kesulitan.

Kementerian Pertanian, di bawah kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo, tengah fokus pada peningkatan kualitas produksi pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja, terutama bagi generasi milenial. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya peran generasi milenial dalam sektor pertanian. "Sudah saatnya generasi milenial melanjutkan pembangunan pertanian dengan menciptakan peluang-peluang baru sesuai dengan kemajuan zaman," ujarnya.

Kementerian Pertanian telah mendirikan enam Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), satu Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), dan tiga Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) untuk mencetak lulusan yang mampu menjadi pencari kerja sekaligus pencipta kerja. Dedi menjelaskan bahwa pendidikan vokasi di Kementan bertujuan agar alumni dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain.

Salah satu contoh sukses dari inisiatif ini adalah Fajar Gumelar, seorang alumni Polbangtan yang telah membuktikan bahwa lulusan tersebut memiliki potensi sebagai pencipta kerja. Bersama rekannya, Fajar menjalankan usaha sebagai produsen pupuk organik di Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Usahanya tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.