Empat Pemuda Buka Geprek Sasuke di Pontianak Saat Pandemi, Rekrut 12 Karyawan
Sumber Foto: Warta Pontianak
Warta Lapangan

Empat Pemuda Buka Geprek Sasuke di Pontianak Saat Pandemi, Rekrut 12 Karyawan

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 10 bulan disebut berdampak besar pada berbagai sektor usaha. Di tengah situasi tersebut, Erwin Cipta Wijaya bersama tiga rekannya—Andreas, Albert, dan Ravi—memilih membuka usaha kuliner baru di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan nama Geprek Sasuke.

Erwin mengatakan, usaha ini dibuka sebagai upaya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang terdampak pandemi. “Usaha kuliner yang kami buka ini, sebagai upaya membuka lapangan pekerjaan. Kami mempekerjakan 12 karyawan,” ujarnya.

Konsep ayam geprek dengan sambal khas Nusantara

Geprek Sasuke mengusung kepanjangan “Sabang sampai Merauke” dan memakai jargon “Rasa Menyatukan Nusantara”. Meski berbasis menu ayam geprek, Erwin menyebut konsepnya dibuat berbeda dari kebanyakan gerai sejenis, terutama pada pilihan sambal yang terinspirasi dari berbagai daerah.

Beberapa menu yang ditawarkan antara lain:

  • Ayam geprek original
  • Ayam geprek sambal Khatulistiwa
  • Ayam geprek Nusantara
  • Ayam geprek saos asam manis

Menurut Erwin, standar tingkat kepedasan dibuat agar dapat dinikmati semua kalangan, termasuk konsumen yang tidak menyukai makanan pedas. “Sambalnya tidak pedas. Banyak pilihan. Karena kami juga memperhatikan konsumen yang tidak doyan pedas. Harga pas untuk semua kalangan,” katanya.

Lokasi, jam buka, dan harga

Gerai Geprek Sasuke berada di ruko kawasan Jalan M Sohor, Kecamatan Pontianak Selatan. Erwin menyebut lokasinya berada di sebelah kiri jika dari arah Polresta Pontianak.

Untuk harga, menu dibanderol pada kisaran Rp15 ribu hingga Rp18 ribu. Geprek Sasuke buka setiap hari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Peluncuran perdana dan respons pengunjung

Usaha ini diluncurkan pada Jumat, 25 Desember 2020. Pada hari pertama, Erwin menyiapkan 400 paket ayam geprek untuk dijual sekaligus menjamu tamu undangan. Ia menyebut hampir separuh paket tersebut habis dibeli konsumen.

Erwin menilai respons tersebut dipengaruhi oleh rasa yang disebut berbeda serta harga yang relatif terjangkau. Ia juga menyampaikan keyakinannya Geprek Sasuke dapat bersaing dengan gerai ayam geprek lain, sekaligus tetap produktif di masa pandemi. Ia menambahkan, pihaknya juga ingin mendukung UMKM di Pontianak.

Selain variasi tingkat pedas, salah satu yang ditonjolkan adalah sambal Khatulistiwa dengan bahan baku terasi khas Pontianak, serta serundeng sebagai pelengkap.

Rencana pengembangan

Erwin menyebut Geprek Sasuke sebagai satu-satunya di Pontianak. Ke depan, ia menargetkan pembukaan cabang di beberapa daerah, bahkan menargetkan ekspansi hingga ke luar negeri.

Pada hari pertama operasional, sejumlah pengunjung disebut tidak kebagian kursi. Salah satunya Hariyadi Eko yang mengaku sempat menunggu karena tempat duduk penuh. Ia mengatakan telah mencoba menu original dan menilai porsi ayam serta nasi cukup mengenyangkan dengan harga terjangkau.