Catur Targetkan 15 Medali Emas pada Porprov Bali 2025
Sumber Foto: Warta Bali Online
Warta Cepat

Catur Targetkan 15 Medali Emas pada Porprov Bali 2025

DENPASAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bali telah memastikan bahwa cabang olahraga catur akan memperebutkan 15 medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025. Medali tersebut akan diperebutkan melalui berbagai nomor pertandingan, termasuk perorangan, beregu, dan campuran.

Menurut Sekretaris Umum Pengprov Percasi Bali, Putu Widhiari, pembagian nomor dan medali telah disampaikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali. Saat ini, pihaknya hanya menunggu penerbitan Technical Hand Book (THB) dari KONI Bali.

Widhiari menjelaskan rincian nomor yang akan dipertandingkan, yaitu:

  • Nomor perorangan putra: catur standar, cepat, dan kilat (3 medali emas)
  • Nomor perorangan putri: catur standar, cepat, dan kilat (3 medali emas)
  • Nomor beregu putra: catur standar, cepat, dan kilat (3 medali emas)
  • Nomor beregu putri: catur standar, cepat, dan kilat (3 medali emas)
  • Nomor campuran: catur standar, cepat, dan kilat (3 medali emas)

Putu Widhiari berharap agar setiap Pengkab/Pengkot Percasi di seluruh Bali segera mempersiapkan atlet terbaik mereka untuk bersaing dalam Porprov 2025. Ia menekankan pentingnya kualitas atlet yang akan diturunkan sehingga para juara yang terpilih adalah yang terbaik dari Bali.

“Keberhasilan di Porprov Bali ini diharapkan menjadi langkah awal bagi atlet untuk berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa prestasi di Porprov menjadi pijakan penting bagi atlet catur Bali untuk mewakili daerah dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Widhiari menyoroti bahwa meskipun Porprov Bali 2025 akan mempertandingkan 15 medali emas, PON Papua sebelumnya hanya menyediakan 12 medali emas untuk cabang catur. Dengan demikian, ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan performa dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Masih ada waktu bagi kabupaten/kota di Bali untuk menyiapkan atlet catur mereka sebaik mungkin,” tutupnya.