BytePlus Luncurkan Empat Pilar Teknologi AI untuk Transformasi Bisnis
Sumber Foto: Marketeers
Teknologi

BytePlus Luncurkan Empat Pilar Teknologi AI untuk Transformasi Bisnis

Business Director AI & Digital Native BytePlus Indonesia, Andra Onggara, menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan kini memasuki fase baru yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh perusahaan. Ia menyampaikan bahwa BytePlus telah menyiapkan empat pilar teknologi AI yang dapat membantu bisnis berinovasi tanpa harus memiliki infrastruktur besar.

“Sekarang membangun solusi AI tidak harus punya GPU sendiri. Cukup panggil modelnya lewat API, jadi semua jauh lebih mudah,” ujar Andra dalam paparannya di MarkPlus Conference 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa BytePlus memiliki beberapa model AI inti, termasuk model bahasa besar atau LLM yang dapat digunakan oleh berbagai perusahaan tanpa investasi perangkat keras. Andra menyebut model utama mereka bernama SID, yang berfungsi sebagai general model untuk berbagai kebutuhan. Selain itu, BytePlus juga memiliki model khusus untuk pembuatan konten visual dan video.

“Kami punya C-Dream untuk image generation dan C-Dance untuk video generation. DNA kami memang kuat di content creation,” katanya.

Tidak hanya itu, BytePlus juga menyediakan model untuk kebutuhan suara melalui teknologi C-Speech, serta membawa berbagai model open source besar dari Cina yang performanya tidak kalah dengan model global lainnya. Ia menyebutkan bahwa model seperti DeepSeek dan Kimi kini dapat digunakan langsung oleh perusahaan Indonesia tanpa perlu menjalankan GPU sendiri.

Melanjutkan paparannya, Andra menegaskan bahwa perkembangan AI global kini bergerak dari generative AI menuju agentic AI. Ia menjelaskan bahwa agent AI bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga bisa menjalankan tugas secara otomatis berdasarkan alur kerja yang disusun perusahaan.

“Agentic AI itu bisa mengerjakan task untuk kita, bukan cuma jawab pertanyaan. Ini tren besar di 2025,” ujar Andra. Ia menyampaikan bahwa BytePlus menyediakan platform agent AI lengkap mulai dari knowledge base, vector database, hingga sistem agent end-to-end.

Pilar berikutnya adalah AI untuk bisnis, terutama pada pembuatan konten. Andra mengatakan bahwa BytePlus menyediakan tools seperti video editor yang mirip dengan versi enterprise dari CapCut, namun lebih kuat dan dapat terhubung dengan ekosistem BytePlus. Namun yang menurutnya paling menarik adalah teknologi OmniHuman, yaitu avatar digital yang mampu berbicara dan berinteraksi seperti manusia.

“Ini yang dipakai buat live streaming 24 jam yang sering viral. Itu bukan manusia, tapi digital human,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat merespons melalui teks maupun suara.

Ia menunjukkan bagaimana OmniHuman berbeda dari teknologi video lain seperti C-Dance. Menurutnya, OmniHuman digunakan untuk video yang membutuhkan dialog, sementara C-Dance lebih untuk generasi visual dan gerakan.

“Kalau ada adegan yang harus bicara, lebih cocok pakai OmniHuman. Hasilnya lebih halus dan lebih natural,” jelasnya.

Andra mengatakan bahwa teknologi AI ini membuka peluang besar bagi industri kreatif, pemasaran, e-commerce, hingga perusahaan media. Dengan kemampuan menghasilkan video, avatar digital, dan konten visual secara cepat, perusahaan dapat mempercepat produksi tanpa biaya besar. Ia menyebut bahwa pembuatan karakter digital juga bisa dilakukan untuk brand yang ingin memiliki persona khusus yang bisa muncul dalam berbagai campaign.