BRIN Jajaki Kolaborasi Teknologi Elektronik Militer dan AI Remote Sensing di Indo Defence 2025
Sumber Foto: BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional
Teknologi

BRIN Jajaki Kolaborasi Teknologi Elektronik Militer dan AI Remote Sensing di Indo Defence 2025

Jakarta — Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra industri dalam ajang Indo Defence 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6). Salah satu mitra potensial yang ditemui adalah Cita Technology Pte Ltd, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura dan bergerak di bidang casing elektronik militer berstandar tinggi.

Achmad Wibisono dari Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi untuk Industri BRIN mengungkapkan bahwa Cita Technology memiliki spesialisasi dalam pembuatan casing berstandar militer, termasuk casing berstandar IP67 yang tahan terhadap air dan debu. "Produknya sangat spesifik dan mengikuti standar teknologi tinggi, seperti casing militer yang butuh presisi tinggi dalam material, desain, dan servis," ujar Achmad.

Meski bermarkas di Singapura, proses produksi utama perusahaan ini dilakukan di Swiss. Sementara itu, komponen-komponen utama dalam produk Cita Technology berasal dari Jepang dan Korea Selatan. Keunggulan perusahaan ini terletak pada kemampuannya dalam mendesain, memproduksi, dan memberikan layanan purna jual untuk produk elektronik militer dengan teknologi tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Cita Technology menyampaikan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan BRIN, khususnya dalam pengembangan produk-produk berbasis teknologi militer. “Kami sampaikan bahwa bentuk kolaborasi yang bisa dijajaki adalah dalam bentuk research and co-development serta lisensi teknologi, mengingat perusahaan ini memiliki jaringan produksi multi-pabrik,” jelas Achmad.

Cita Technology juga sedang mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk sistem remote sensing secara real-time, yang dinilai sejalan dengan kompetensi BRIN, khususnya di Pusat Riset Teknologi Antariksa, Pusat Riset Teknologi Satelit dan Pusat Riset Geoinformatika. “Teknologi mereka bisa diaplikasikan untuk meningkatkan kemampuan penginderaan jauh, termasuk menghilangkan gangguan visual seperti awan, sehingga citra menjadi lebih jelas,” tambahnya.

Kolaborasi juga terbuka di bidang teknologi material dan elektronika, dua area strategis yang menjadi fokus riset BRIN. “Untuk teknologi material, bisa dikembangkan sesuai kebutuhan aplikasi militer, seperti material tahan benturan atau pelindung elektromagnetik,” ujarnya.

Cita Technology berencana mengatur pertemuan lanjutan dengan BRIN di Jakarta atau Bandung untuk membahas lebih detail aspek teknis dan bentuk kerja sama yang memungkinkan.

Keterlibatan BRIN dalam ajang Indo Defence 2025 menandai langkah aktif dalam membangun sinergi antara lembaga riset dan sektor industri strategis, guna memperkuat kapabilitas teknologi pertahanan nasional. Selain Cita Technology, BRIN juga melakukan pertemuan dengan Mersin University, Turkey dengan PR Teknologi Penerbangan, dan sejumlah mitra dari dalam dan luar negeri. (jml)