BPS Sumut: Tiga Lapangan Pekerjaan Utama Menyerap Tenaga Kerja
Sumber Foto: Warta Ekonomi
Warta Lapangan

BPS Sumut: Tiga Lapangan Pekerjaan Utama Menyerap Tenaga Kerja

Data Pekerjaan dari BPS Sumut

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Nurul Hasanudin, mengungkapkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2024 yang menunjukkan tiga lapangan pekerjaan teratas dalam menyerap tenaga kerja. Lapangan pekerjaan tersebut adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyerap 29,01 persen dari total tenaga kerja.

Pola Pekerjaan yang Stabil

Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa pola lapangan pekerjaan ini masih konsisten dengan data yang diperoleh pada Februari 2023. Selain itu, lapangan pekerjaan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor menyerap 21,91 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan yang menyerap 10,20 persen.

Peningkatan dan Penurunan Tenaga Kerja

Ketika dibandingkan dengan Februari 2023, hampir semua lapangan pekerjaan mengalami peningkatan. Peningkatan terbesar terjadi pada lapangan pekerjaan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, yang menambah 191 ribu orang. Sementara itu, lapangan Konstruksi menambah 57 ribu orang, dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, serta Jaminan Sosial Wajib bertambah 50 ribu orang. Di sisi lain, lapangan pekerjaan Jasa Lainnya mencatat penurunan terbesar dengan kehilangan 89 ribu orang.

Statistik Tenaga Kerja

Pada Februari 2024, penduduk yang bekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai mencapai 38,27 persen, sedangkan pekerja bebas pertanian hanya 2,51 persen. Jika dibandingkan dengan Februari 2023, terdapat kenaikan pada penduduk yang bekerja sebagai berusaha dibantu buruh, baik tetap maupun tidak tetap, serta berusaha sendiri dan pekerja bebas di nonpertanian.

Status Pekerjaan Formal dan Informal

Berdasarkan kategori status pekerjaan, penduduk yang bekerja dalam kegiatan informal tercatat sebanyak 4,372 juta orang (57,58 persen), sedangkan yang bekerja dalam kegiatan formal sebanyak 3,221 juta orang (42,42 persen).