ANRI Selamatkan Arsip Dukcapil dan Dinas Syariat Islam Pascabanjir di Aceh Singkil
Sumber Foto: Arsip Nasional Republik Indonesia
Sosial

ANRI Selamatkan Arsip Dukcapil dan Dinas Syariat Islam Pascabanjir di Aceh Singkil

Aceh Singkil - (2/2/26), Tim Task Force Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan penyelamatan arsip yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Singkil sebagai respons cepat untuk melindungi arsip negara dan arsip daerah yang memiliki nilai penting bagi pemerintahan, pelayanan publik, dan sejarah.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Singkil mengakibatkan beberapa kantor pemerintahan terendam air dan berisiko menimbulkan kerusakan serius terhadap arsip vital. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Task Force ANRI melakukan penyelamatan arsip di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Aceh Singkil sebagai prioritas utama, mengingat arsip yang dikelola berkaitan langsung dengan hak-hak sipil masyarakat.

Di lokasi tersebut, Tim ANRI melakukan identifikasi, evakuasi, serta penanganan awal arsip layanan publik yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Arsip terdampak meliputi surat keterangan kelahiran dan kematian, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, arsip pelayanan KTP, arsip keuangan, kepegawaian, administrasi umum, serta berkas kerja yang masih berstatus arsip aktif dan inaktif. Penanganan dilakukan melalui pembersihan dari lumpur, debu, dan serangga, pengeringan, serta penataan sementara guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Sebagai upaya dalam memperluas jangkauan penanganan, Tim Task Force ANRI membagi personel menjadi dua tim. Satu tim tetap melanjutkan penanganan di Dukcapil, sementara tim lainnya bergerak ke Kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Singkil.

Di Dinas Syariat Islam, tim menemukan sejumlah arsip yang telah mengarah pada kerusakan permanen akibat terendam banjir dalam waktu lama. Arsip terdampak antara lain dokumen kontrak pembangunan dan rehabilitasi dayah, arsip permohonan bantuan kegiatan keagamaan dan sosial keislaman, dokumen pembinaan lembaga keagamaan, serta arsip administrasi program dan kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, Tim ANRI memberikan pendampingan penyelamatan arsip darurat, meliputi pemilahan arsip berdasarkan nilai guna dan prioritas penyelamatan, penentuan arsip yang masih dapat diselamatkan dan yang tidak memungkinkan untuk dipulihkan, serta anjuran pemindahan arsip potensial ke lokasi yang lebih aman dan kering. Tim juga memberikan panduan teknis penyusunan berita acara arsip terdampak bencana dan berita acara pemusnahan arsip sebagai bagian dari tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan arsip pascabencana.

Selain penyelamatan fisik arsip, Tim ANRI memberikan bimbingan teknis kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Dukcapil, serta Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Singkil untuk meningkatkan pemahaman penanganan arsip pascabencana sesuai kaidah kearsipan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil di Kantor Bupati. Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim ANRI yang telah memberikan pendampingan teknis dan bantuan nyata dalam upaya penyelamatan arsip terdampak banjir.

Pimpinan Tim Task Force ANRI menegaskan bahwa arsip merupakan aset penting negara yang harus dilindungi dalam kondisi apa pun, termasuk saat terjadi bencana. Kehadiran ANRI sebagai first responder kearsipan diharapkan mampu meminimalkan kehilangan informasi dan menjaga keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik. Sebagai penutup, ANRI menyerahkan bantuan bahan dan peralatan restorasi arsip kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil untuk mendukung proses pemulihan arsip pascabencana.