Warta News Day - Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, menyatakan kekhawatiran bahwa transisi total menuju kendaraan listrik dapat berdampak signifikan terhadap tenaga kerja dan rantai pasok industri otomotif yang bergantung pada mesin pembakaran internal.
Dalam pernyataannya, Toyoda menekankan bahwa keputusan Toyota untuk tidak terburu-buru beralih sepenuhnya ke mobil listrik didasarkan pada pertimbangan keberlangsungan jutaan pekerja dan pelaku industri pendukung yang terlibat dalam ekosistem otomotif selama puluhan tahun.
Di tengah tren global yang agresif menuju elektrifikasi, Toyota memilih untuk tetap mengembangkan mobil listrik sambil mempertahankan investasi pada teknologi hybrid, hidrogen, fuel cell, dan mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen. Toyoda mengkhawatirkan peralihan cepat ke kendaraan listrik dapat merugikan perusahaan pemasok komponen mesin yang sudah ada. Ia mengungkapkan bahwa banyak pelaku industri otomotif global lebih memilih fokus penuh pada kendaraan listrik, sedangkan ia merasa sendirian dalam pandangannya.
Untuk menghadapi tantangan ini, Toyota terus mempertahankan strategi multi-pathway dengan mengembangkan berbagai teknologi kendaraan rendah emisi. Toyoda juga mengakui kekhawatirannya jika masa depan industri otomotif hanya didominasi kendaraan listrik. Dengan demikian, Toyota berupaya menjaga keseimbangan antara target pengurangan emisi, kebutuhan konsumen, dan keberlangsungan ekosistem industri otomotif yang telah dibangun.