Thom Haye Bergabung dengan Persib untuk Fanatisme dan Ambisi Juara
Warta Bulukumba - Mata Thom Haye berbinar ketika ia menyebut satu kata: Bobotoh. Baginya, langkah datang ke Bandung bukan sekadar transfer biasa. Ia seperti menemukan rumah baru, tempat di mana sepak bola bukan hanya hiburan, tapi juga iman yang dijalankan ribuan orang setiap pekan di stadion.
Bahkan sebelum tanda tangannya basah di atas kontrak, notifikasi media sosialnya sudah riuh. Pesan dukungan datang dari berbagai penjuru: ajakan, doa, bahkan sekadar emotikon biru.
“Itu adalah sebuah keindahan, gairah, dan fanatisme yang luar biasa,” kata Haye dengan senyum tak bisa disembunyikan seperti dikutip dari laman resmi klub Persib Bandung.
Dari diskusi keluarga ke Maung Bandung
Keputusan ini tidak lahir dalam semalam. Haye berdiskusi panjang dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya. Usia 30 tahun, ia tahu pilihannya harus matang.
“Setelah berdiskusi bersama orang terdekat, kerabat, dan keluarga, saya memutuskan untuk mengambil langkah ini,” ujarnya.
Persib Bandung menjadi jawabannya. Klub dengan sejarah panjang, tekanan besar, tapi juga dukungan fanatik yang tak pernah surut. Untuk Haye, kombinasi itu justru sebuah tantangan yang menggairahkan.
Haye datang bukan hanya untuk numpang lewat. Ia menargetkan sesuatu yang lebih: prestasi.




