Sejarah dan Perkembangan Pekan Olahraga Nasional di Indonesia
Sumber Foto: Kompas.com
Olahraga

Sejarah dan Perkembangan Pekan Olahraga Nasional di Indonesia

KOMPAS.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akan dibuka hari ini, Sabtu (2/10/2021) oleh Presiden Joko Widodo.

PON XX Papua sedianya akan digelar pada 2020, tetapi pandemi Covid-19 menyebabkan gelaran olahraga terbesar Indonesia itu ditunda hingga tahun ini.

PON XX Papua sebenarnya sudah digelar sejak beberapa hari lalu, dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga.

Siaran langsung pembukaan PON XX Papua dapat disaksikan di sini.

Bagaimana sejarah PON?

PON pertama kali digelar tiga tahun setelah Kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 9 September 1948 di Solo, Jawa Tengah.

Menariknya, pesta olahraga pertama itu dilatarbelakangi oleh kegagalan Indonesia dalam mengikuti Olimpiade 1948 karena situasi politik dalam negeri.

Selain itu, Indonesia juga dinilai Komite Olimpiade Internasional (IOC) tidak memenuhi syarat karena belum bergabung menjadi anggota PBB dan berbagai organisasi olahraganya belum tergabung dalam federasi internasional.

Muncul juga alasan lain yang menyatakan bahwa Inggris tidak menerima paspor dari Indonesia kecuali bersedia bergabung di bawah kontingen Belanda, tulis Kompaspedia.

Agar semangat para atlet tidak luntur, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) kemudian mengadakan konferensi darurat pada 2-3 Mei 1948 di Solo.

Konferensi itu menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan PON yang sebelumnya diadakan oleh Ikatan SPort Indonesia (ISI) pada 1938 dan 1942.

Penyelenggaraan PON pertama

Lihat Foto

Pemerintah pun mendukung adanya pesta olahraga itu, bahkan bersedia menggelontorkan dana sebesar Rp 1.500, meski kondisi politik dalam negeri belum stabil.

Diketahui, PON pertama itu diselenggarakan ketika Indonesia masih berjuang melawan Belanda yang masih menguasai beberapa daerah di Indonesia.

Karena itu, PON pertama hanya diikuti oleh kota atau keresidenan di Jawa.

Sebanyak 600 atlet dari 13 kota dan keresidenan ikut memperebutkan 108 medali pada 9 cabang olahraga.

Kesembilan cabor tersebut adalah sepak bola, renang, bulu tangkis, basket, bola keranjang, tenis, panahan, dan pencak silat.

Meski situasi masih dalam negeri masih berkecamuk, antusias masyarakat menyambut PON pertama sangat tinggi.

Bahkan, tak kurang dari 40.000 penonton setiap harinya memadati Stadion Sriwedari untuk menyaksikan pertandingan.

Kemeriahan PON di Solo

Lihat Foto

Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, serta segenap menterinya pun ikut hadir dalam kemeriahan PON di Solo.

Karena dianggap sebagai tonggak sejarah persatuan dan perkembangan olahraga nasional, hari pembukaan PON pertama tersebut (9 September) kemudian diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional sejak 1985.

Hal itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985 tentang Hari Olahraga Nasional.

Dalam Keppres itu disebut bahwa penetapan Hari Olahraga Nasional berhubungan dengan peningkatan, pembinaan, dan perkembangan olahraga secara berlanjut.

Pada perkembangannya, PON yang awalnya diselenggarakan setiap dua tahun sekali, diubah menjadi empat tahun sekali sejak 1953.