Rekomendasi Novel Fantasi Sejarah R. F. Kuang yang Menarik untuk Dibaca
Sumber Foto: Radar Malang
Lifestyle

Rekomendasi Novel Fantasi Sejarah R. F. Kuang yang Menarik untuk Dibaca

LIFESTYLE – Rebecca F. Kuang merupakan penulis yang dikenal atas kemampuannya menggabungkan sejarah, kolonialisme, dan fantasi dalam menulis karya-karyanya. Melalui tulisannya, R.F. Kuang mengajak pembaca melihat isu-isu kelam yang terjadi di masa lalu, seperti peperangan, genosida, dan kolonisasi.

Kekompleksan diksi dan plot dari tulisan R.F. Kuang juga patut diapresiasi. Setiap plot dipoles sangat rapi hingga hampir tak ada celah. Selain itu, pilihan kata dan gaya bahasa yang digunakan sering tampak tajam dan brutal mencerminkan kerumitan cerita. Bagi Anda pencinta novel dengan genre yang berat, berikut ini deretan novel fantasi sejarah karya R.F. Kuang yang layak dibaca.

1. The Poppy War (2018)

The Poppy War atau Perang Opium adalah novel yang memiliki latar belakang perang opium antara Cina dan Inggris pada abad ke-19. Novel ini merupakan novel pertama dari trilogi The Poppy War. Novel ini bercerita tentang seorang yatim piatu bernama Fang Runin.

Kisahnya dimulai ketika ia berhasil masuk akademi militer elite di Kekaisaran Nikan, Sinegard. Ia dibimbing seorang guru yang terkenal gila dan menyadari bahwa ia memiliki kekuatan mematikan bernama syamanisme. Kemudian, nantinya ia bersama para syamanisme lain akan berperang melawan Federasi Mugen yang telah menjajah negeri Nikan.

2. The Dragon Republic (2019)

The Dragon Republic adalah novel kedua dari trilogi The Poppy War. Rin akan melanjutkan kisahnya dalam membalaskan dendam negerinya yang telah hancur lebur. Di novel ini, Rin akan berusaha melawan Maharani dan bekerja sama dengan Panglima Perang Naga.

Ia memiliki tujuan baru yaitu untuk menggulingkan Maharani dan mendirikan republik baru. Berbeda dengan novel pertama, novel ini memiliki latar belakang sejarah Cina abad ke-20 dengan menggabungkannya dengan dunia dewa dan monster yang mencekam.

3. The Burning God (2020)

The Burning God adalah novel terakhir dari trilogi The Poppy War. Novel ini mengisahkan akhir perjalanan Rin sebagai syaman api yang mengendalikan dewa Phoenix. Setelah memenangkan perang saudara dan menyelamatkan negeri Nikan, Rin malah mendapatkan balas berupa pengkhianatan.

Dengan aliansi yang baru, Rin mengumpulkan kekuatan dan terlahir kembali dari kegelapan, sang Phoenix pun kembali menemukan kekuatan dalam kebencian dan keinginan untuk membalas dendam rakyat selatan.

4. Babel: Pertumpahan Darah Sejarah Gelap Revolusi (2022)

Babel menceritakan kisah Robin Swift, seorang anak yatim dari Kanton yang dibawa ke London untuk dilatih menjadi bagian dari Institut Terjemahan Kerajaan di Oxford yang juga dikenal dengan Babel.

Babel merupakan tempat pengolahan batangan perak ajaib yang bergantung pada detail penerjemahan untuk menghasilkan mantra yang digunakan dalam urusan kolonialisme Inggris. Mengambil latar belakang revolusi industri dan kolonialisme Inggris, Babel menggabungkan tema pengkhianatan, perlawanan, dan kekuasaan.

5. Yellowface (2023)

Yellowface bercerita mengenai dua penulis bernama June Hayward dan Athena Liu. June adalah penulis yang kerap kali gagal, sedangkan Athena adalah penulis yang sangat sukses dengan deretan buku best sellernya.

Kisah mereka menjadi rumit tatkala June mencuri naskah novel tentang pekerja Tionghoa milik Athena yang meninggal secara mendadak. Novel ini akan menyoroti tentang pencurian karya, apropriasi budaya, dan ambisi berlebihan.