PMI dan BPBD Bintan Salurkan Air Bersih ke Kampung Bina Desa Terdampak Kekeringan
BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan, telah mengambil langkah cepat untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan ini difokuskan pada Kampung Bina Desa, Km. 17, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, yang dilaksanakan pada Selasa (03/02).
Sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) dengan lebih dari 800 jiwa di RW.006 Kampung Bina Desa mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih akibat kemarau yang berlangsung selama satu bulan terakhir. Penyaluran air bersih merupakan tahap ketiga dan direncanakan akan dilanjutkan secara berkala hingga kondisi cuaca membaik.
Ketua PMI Bintan, Hafizha Rahmadhani, turut hadir di lapangan untuk memastikan proses distribusi berlangsung dengan baik. Ia menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar air bersih sebagai prioritas utama pemerintah saat ini. "Untuk Kampung Bina Desa, penyaluran akan kami lakukan rutin setiap 2 hingga 3 hari sekali selama kemarau berlanjut. Kami menggunakan armada tangki air untuk menjangkau titik-titik terdampak," kata Hafizha saat meninjau lokasi.
Hafizha juga mengimbau masyarakat di wilayah lain untuk melaporkan jika mengalami krisis air. Laporan dapat disampaikan melalui perangkat desa, mulai dari RT/RW, Kepala Desa, Lurah, hingga Camat, untuk diteruskan kepada PMI atau BPBD. "Apabila ada wilayah yang kesulitan air bersih, segera laporkan. Kami siap merespons dengan cepat," tegasnya.
Selain menangani krisis air, Hafizha menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai sektor untuk memantau potensi bencana lain yang mungkin terjadi selama musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan lahan. Ia juga memberikan apresiasi kepada para petugas di lapangan agar tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.
"Kita berdoa agar kondisi ini segera berakhir dan cuaca kembali normal. Kepada seluruh personel, tetap jaga kesehatan karena tugas kita ke depan mungkin akan semakin padat," tambahnya.
Dalam kunjungannya, Hafizha juga berinteraksi langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi mereka. Kehadiran bantuan air bersih ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang merasa terbantu di tengah kesulitan akses air bersih akibat keringnya sumur-sumur warga.




