Pertanyaan di Balik Istilah 'Lapangan Kerja'
Saya sering mendengar kalimat itu lewat televisi, berita daring, atau pidato para pejabat. Kalimat yang hampir selalu diucapkan dengan nada optimistis, penuh kebanggaan, dan terdengar meyakinkan:
"Telah tercipta jutaan lapangan kerja."
Kalimat itu terdengar besar. Megah. Seperti kabar baik yang seharusnya membuat banyak orang merasa lega. Seperti ada ruang luas yang terbuka, menunggu manusia masuk, bekerja, dan memperbaiki hidupnya.
Tetapi entah sejak kapan, setiap kali mendengar kalimat itu, ada sesuatu yang terasa mengganjal dalam diri saya. Bahkan kadang terasa seperti rasa mual yang sulit dijelaskan. Bukan karena saya menolak kemajuan. Bukan karena saya anti pembangunan. Tetapi karena kata itu, "lapangan", terasa begitu luas dalam bahasa, sementara dalam kenyataan hidup banyak orang, ruang itu terasa sangat sempit, bahkan kadang tidak terlihat sama sekali.
Saya mulai bertanya dalam diam: lapangan yang dimaksud itu sebenarnya di mana?
Kata yang Terlalu Luas untuk Sebuah Janji
Secara bahasa, kata lapangan selalu membawa bayangan yang luas. Kita membayangkan ruang terbuka. Tempat yang lega. Tempat orang bisa bergerak bebas. Tempat peluang tersedia bagi banyak orang.
Kata itu bukan sekadar istilah. Ia adalah metafora harapan.
Ketika seseorang mengatakan ada "lapangan kerja", pikiran kita otomatis membayangkan ada ruang yang menunggu manusia datang. Ada kesempatan. Ada kemungkinan hidup berubah. Ada janji tentang masa depan yang sedikit lebih baik.
Bahasa memang memiliki kekuatan seperti itu. Kata-kata bisa membangun harapan sebelum kenyataan benar-benar hadir.
Lihat Worklife Selengkapnya




