Penerbitan Keputusan 268 Dorong Pertumbuhan Perusahaan Sains dan Teknologi
Sumber Foto: Vietnam.vn
Teknologi

Penerbitan Keputusan 268 Dorong Pertumbuhan Perusahaan Sains dan Teknologi

Sistem perusahaan sains dan teknologi secara bertahap terbentuk dan berkembang.

Periode dari tahun 2012 hingga 2024 menyaksikan peningkatan yang stabil dalam jumlah perusahaan sains dan teknologi di seluruh negeri. Hingga Desember 2025, sebanyak 962 Sertifikat Perusahaan Sains dan Teknologi telah diterbitkan. Pada tahun 2024 saja, jumlah perusahaan mencapai 920, menunjukkan tren perkembangan yang positif di sektor ini.

Perusahaan sains dan teknologi beroperasi terutama di bidang bioteknologi, teknologi informasi, otomatisasi, dan material baru. Dari semua bidang tersebut, bioteknologi memiliki proporsi tertinggi, diikuti oleh teknologi informasi dan otomatisasi.

Perlu dicatat bahwa mayoritas perusahaan sains dan teknologi dibentuk dari sumber daya sektor swasta. Sekitar 93,5% perusahaan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan sendiri atau menerima transfer teknologi dari modal mereka sendiri; hanya sekitar 6,5% yang berasal dari anggaran negara. Hal ini menunjukkan peran sektor swasta yang semakin menonjol dalam berinvestasi di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

Salah satu fitur baru utama dari Keputusan Nomor 268 adalah pengaturan khusus mengenai kriteria dan syarat untuk sertifikasi perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan ukuran perusahaan.

Oleh karena itu, usaha harus didirikan dan beroperasi sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas; menciptakan produk ilmiah, teknologi, dan inovatif dari hasil yang dilindungi atau diakui secara hukum seperti penemuan, model utilitas, program komputer, varietas tanaman baru, atau teknologi yang dialihkan secara sah.

Untuk setiap kelompok ukuran (besar, menengah, kecil, dan mikro), Keputusan tersebut secara jelas menetapkan persyaratan mengenai proporsi pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan (R&D), personel penelitian, dan bagian pendapatan dari produk ilmiah, teknologi, dan inovatif. Pendekatan ini memastikan fleksibilitas, beradaptasi dengan kemampuan aktual setiap jenis perusahaan, sekaligus meningkatkan kualitas dan substansi kegiatan R&D.

Mendesentralisasikan kekuasaan kepada pemerintah daerah dan mempersingkat waktu pemrosesan.

Keputusan Nomor 268 memberikan kewenangan untuk menerima, mengevaluasi, dan menerbitkan Sertifikat Perusahaan Sains dan Teknologi kepada Komite Rakyat di tingkat provinsi. Desentralisasi ini bertujuan untuk meningkatkan otonomi daerah, mempersingkat waktu pemrosesan, dan menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi bisnis.

Waktu pemrosesan maksimal untuk permohonan adalah 15 hari. Lembaga penilai dapat menerapkan penilaian mandiri, meminta pendapat dari ahli independen, atau membentuk dewan penilai. Pada saat yang sama, Keputusan tersebut juga secara jelas menetapkan kasus-kasus pencabutan atau pembatalan sertifikat untuk memastikan transparansi dan keseriusan dalam pelaksanaan kebijakan.

Dekrit 268 menetapkan sistem insentif bagi perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam banyak aspek. Mengenai pajak penghasilan badan, perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi dikenakan tarif pajak 10% selama 15 tahun; pembebasan pajak selama 4 tahun dan pengurangan pajak sebesar 50% untuk 9 tahun berikutnya. Perusahaan diperbolehkan mengalokasikan hingga 20% dari pendapatan kena pajak untuk mendirikan dana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi; dan juga diperbolehkan untuk mengurangi 200% dari biaya penelitian dan pengembangan (R&D) saat menghitung pajak.

Selain itu, terdapat insentif terkait penggunaan lahan, pembebasan pajak impor untuk mesin dan peralatan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan; kondisi penawaran preferensial untuk produk sains dan teknologi dalam negeri; dan akses ke kredit investasi negara dan dana dukungan inovasi.

Sistem kebijakan ini tidak hanya mengurangi biaya investasi bagi bisnis, tetapi juga menciptakan insentif yang kuat bagi bisnis untuk meningkatkan pengeluaran pada penelitian dan pengembangan.

Dekret tersebut juga secara jelas mendefinisikan tanggung jawab baik lembaga pengelola maupun bisnis. Komite Rakyat Provinsi bertanggung jawab untuk mengatur pelaksanaan kebijakan, memperbarui data bisnis pada platform digital untuk pengelolaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi; serta memantau dan mengevaluasi efektivitas operasional.

Dari perspektif bisnis, perusahaan sains dan teknologi harus menjaga kondisi sertifikasi, berkomitmen pada legalitas hasil sains dan teknologi yang digunakan dalam produksi dan bisnis, serta sepenuhnya mematuhi persyaratan pelaporan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Penerbitan Keputusan Presiden Nomor 268/2025/ND-CP menandai pergeseran signifikan dari sekadar mendorong menjadi membina pengembangan perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih substantif, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam konteks ekonomi berbasis pengetahuan dan digital yang memainkan peran semakin dominan, perusahaan sains dan teknologi diharapkan menjadi kekuatan inti dalam mengkomersialkan hasil penelitian, menguasai teknologi, menggantikan impor, dan secara bertahap berpartisipasi lebih dalam dalam rantai nilai global.

Dengan kerangka hukum yang tersinkronisasi dan mekanisme insentif yang jelas, Keputusan Nomor 268 diharapkan dapat menciptakan dorongan baru, mempromosikan perkembangan yang kuat dari sektor bisnis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam periode mendatang.