Lonjakan Konsumsi LPG 3 Kg Pasca Lebaran di Lombok Timur
Sumber Foto: Warta Lombok
Warta Cepat

Lonjakan Konsumsi LPG 3 Kg Pasca Lebaran di Lombok Timur

Fenomena cepat habisnya LPG 3 kilogram di berbagai pangkalan di Lombok Timur setelah Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi perhatian masyarakat. Meskipun hal ini menciptakan kesan kelangkaan, pihak berwenang menegaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh lonjakan konsumsi yang terjadi secara bersamaan.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan LPG adalah pola yang terjadi setiap tahun, khususnya selama bulan Ramadan hingga setelah Lebaran. Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat serta perubahan pola penggunaan LPG menjadi faktor utama yang memicu lonjakan ini.

Pernyataan Bupati

“Tidak ada kelangkaan dan harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Peningkatan ini lebih kepada penggunaan yang bertambah selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” ujar Bupati Warisin pada Rabu, 25 Maret 2026.

Pengaruh Pergerakan Masyarakat

Pergerakan masyarakat yang pulang kampung juga berkontribusi pada tingginya konsumsi LPG. Setelah kembali ke rumah masing-masing, kebutuhan rumah tangga meningkat, yang menyebabkan permintaan LPG melonjak dalam waktu bersamaan.

Salah satu pangkalan LPG di wilayah Sekarteja mengungkapkan bahwa distribusi LPG yang dilakukan pada pagi hari langsung habis dalam waktu singkat akibat tingginya permintaan dari masyarakat. “Tadi pagi langsung kami distribusikan dan langsung habis. Memang setelah Lebaran banyak masyarakat yang mencari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena banyak warga yang tidak mengisi ulang tabung gas sebelum Lebaran. “Biasanya sebelum Lebaran masyarakat membiarkan gasnya habis. Setelah pulang, mereka langsung beli lagi untuk kebutuhan di rumah,” jelasnya.

Langkah Antisipasi Pertamina

Pihak Pertamina telah mengambil langkah antisipasi dengan menambah pasokan LPG, termasuk penyaluran tambahan hingga puluhan ribu tabung selama periode Lebaran. Namun, tingginya permintaan yang terjadi secara bersamaan menyebabkan LPG di tingkat pangkalan tetap cepat terserap.

Sales Branch Manager Rayon 1 NTB PPN, Tommy Wisnu Ramdan, menambahkan bahwa secara umum stok LPG dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan sesuai kebutuhan, meskipun tantangan dari lonjakan konsumsi ini tetap ada.