Klarifikasi SPPG Bekasi Terkait Video Menu Program Makan Bergizi Gratis
Sumber Foto: Warta Bulukumba
Warta Lapangan

Klarifikasi SPPG Bekasi Terkait Video Menu Program Makan Bergizi Gratis

Sebuah video yang memperlihatkan paket makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak viral di media sosial, memicu reaksi negatif dari publik. Dalam video tersebut, terlihat paket yang berisi pisang, potongan ubi ungu, dan susu kental manis dalam plastik. Narasi dalam video menyebutkan bahwa paket tersebut adalah untuk dua hari konsumsi, yang memicu polemik mengenai kualitas gizi dari menu tersebut.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mustika Jaya, Ageng Wicaksono, memberikan klarifikasi terkait isu ini. Ia menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya akurat dan terdapat kesalahpahaman yang terjadi.

Kesalahpahaman Menu

Ageng mengungkapkan bahwa pada tanggal 15 Januari 2026, SPPG mengirimkan dua jenis menu ke MI Nurul Anwar, yaitu menu basah dan menu kering. Menu kering yang viral seharusnya diperuntukkan untuk satu hari konsumsi, bukan dua hari seperti yang dinyatakan di dalam video.

“Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu, karena memang hari Jumat tidak ada distribusi. Jadi paket hari Sabtu dimajukan menjadi Kamis,” ungkap Ageng dalam pernyataannya.

Respons dari Pihak Sekolah

Penanggung Jawab MI Nurul Anwar, Azizah, juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPPG. Ia mengakui bahwa unggahan video oleh wali murid telah menimbulkan kesalahpahaman yang meluas.

“Video yang diunggah wali murid kami menyebut menu kering itu untuk dua hari, padahal kenyataannya untuk satu hari,” katanya.

Tindakan Perbaikan

Setelah insiden ini, pihak SPPG mengadakan diskusi dan mediasi untuk menjernihkan situasi. Ageng menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah kondusif dan semua pihak telah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai.

SPPG juga berencana untuk meningkatkan sosialisasi kepada orang tua murid mengenai mekanisme distribusi Program MBG agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa di masa mendatang. Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG telah memberikan tambahan menu pengganti dan melakukan pemesanan baru untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi.

“Hari ini juga sudah mendapatkan tambahan menu pengganti hari Sabtu dan sudah dibuat pesanan baru lagi,” jelas Ageng.

Insiden ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang jelas untuk menghindari kesalahpahaman di ruang publik, terutama terkait program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak.