Infrastruktur Bali Dipercepat, LRT dan Bandara Baru Masuk Agenda Nasional
Sumber Foto: Radar Buleleng
Nasional

Infrastruktur Bali Dipercepat, LRT dan Bandara Baru Masuk Agenda Nasional

RadarBuleleng.id - Rencana pembangunan infrastruktur strategis di Bali kembali mengemuka.

Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN, Eka Chandra Buana, mengungkapkan bahwa beberapa proyek infrastruktur Bali telah masuk dalam agenda perencanaan nasional.

“Ada LRT, sementara untuk bandara baru masih dalam tahap skema,” ujarnya.

Ia juga memastikan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 kilometer turut masuk pembahasan dalam perencanaan tersebut.

Menteri Pambudy menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memprioritaskan pengembangan infrastruktur di Bali secara menyeluruh.

“Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Pambudy bahkan langsung berkomunikasi dengan sejumlah menteri terkait guna membahas tindak lanjut program.

Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi Bali.

Pambudy mengingatkan, saat pandemi Covid-19 melanda, sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian Pulau Dewata.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pertanian memang menjadi salah satu prioritas pembangunan Bali saat ini.

“Kami tengah gencar mengembangkan pertanian organik,” ujarnya.

Menurut Koster, secara umum Bali dalam kondisi surplus pangan. Namun, komoditas bawang putih masih bergantung dari luar daerah.

“Pangan kita surplus, hanya bawang putih yang masih tergantung dari luar. Ini jadi perhatian kami,” imbuhnya.

Selain sektor pertanian, Koster memaparkan fokus pemerataan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah seperti Buleleng, Karangasem, dan Tabanan.

“Kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah untuk pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Koster juga meminta kepastian dari pemerintah pusat terkait kelanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi yang dinilai krusial untuk mengurai kemacetan, terutama arus kendaraan logistik dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Denpasar dan sekitarnya.