Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Keselarasan dalam Pelaksanaan Program Pembangunan di Bali
Sumber Foto: Warta Bali Online
Warta Cepat

Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Keselarasan dalam Pelaksanaan Program Pembangunan di Bali

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengadakan breafing untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, pada Kamis (26/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Koster menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program pembangunan yang berlandaskan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui pola pembangunan semesta berencana.

Gubernur Koster mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap sejumlah perangkat daerah yang dinilai masih bergerak lambat dalam mengeksekusi program-program tersebut. Ia mengingatkan bahwa semua perangkat daerah, tanpa terkecuali, harus bergerak secara serentak dan efisien.

“Masih ada yang lambat, bahkan sangat lambat. Ini harus dijalankan oleh semua perangkat daerah pada semua tingkatan,” tegas Koster.

Koster menyatakan bahwa potensi keberhasilan pembangunan akan semakin besar jika seluruh birokrasi di Bali memiliki pemahaman yang sama mengenai kebijakan pembangunan ke depan. Dengan jumlah aparatur yang mencapai puluhan ribu orang, ia yakin berbagai persoalan di Bali dapat diselesaikan lebih cepat jika semua pihak bergerak dengan sigap.

“Kalau semua bergerak dengan sigap dan pemahaman penuh, seluruh masalah Bali bisa dijangkau,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koster menekankan pentingnya transparansi kepada masyarakat mengenai arah pembangunan Bali selama lima tahun ke depan. Ia menyatakan bahwa publik harus mengetahui dengan jelas ke mana Bali akan dibawa oleh pemerintah daerah.

“Supaya masyarakat tahu Bali ini mau dibawa ke arah yang baik atau tidak,” tambahnya.

Koster juga menjelaskan bahwa pembangunan Bali dalam lima tahun ke depan merupakan tahap awal dari pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023. Ia menegaskan bahwa periode ini merupakan fondasi penting yang akan menentukan arah pembangunan Bali hingga satu abad ke depan.

“Lima tahun ini adalah fondasi untuk 100 tahun ke depan. Jadi kita tidak sekadar membangun, tapi membangun peradaban masyarakat Bali untuk generasi mendatang,” tegas Koster.

Ia mengingatkan bahwa konsep ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ bukanlah sekadar gagasan biasa, melainkan sebuah visi besar yang mencakup pembangunan alam, manusia, dan kebudayaan secara menyeluruh.

“Ini bukan konsep ecek-ecek, tapi konsep besar untuk masa depan Bali,” tuturnya.

Selain itu, Koster menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, mengingat Bali harus dibangun sebagai satu kesatuan wilayah, satu pulau, dan satu pola pembangunan.