Film Penerbangan Terakhir Soroti Skandal Emosional di Dunia Penerbangan
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Film Penerbangan Terakhir Soroti Skandal Emosional di Dunia Penerbangan

JAKARTA, KOMPAS.com – Rumah produksi VMS Pictures mengungkap bahwa film terbaru mereka, Penerbangan Terakhir, terinspirasi dari isu skandal dunia penerbangan yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Film ini dipilih sebagai pembuka tahun 2026 karena dinilai memiliki momentum dan relevansi kuat dengan isu yang sedang viral di media sosial.

Cerita Penerbangan Terakhir berpusat pada karakter Kapten Deva Angkasa (Jerome Kurnia), yang dalam sinopsis resmi digambarkan sebagai pilot tampan dan karismatik, namun merupakan predator emosional.

Kapten Deva disebut menggunakan taktik manipulatif, termasuk love-bombing, untuk menjerat para pramugari di maskapainya, termasuk Tiara (Nadya Arina), yang terjebak dalam janji manis, ancaman, dan permainan psikologis.

Produser VMS Pictures, Tony Ramesh, menjelaskan keputusan mengangkat cerita tersebut berasal dari pengamatan mereka terhadap fenomena yang tengah ramai di masyarakat.

“Ceritanya lagi ramai banget ya. Kami terinspirasi dari kejadian di sekitar masyarakat. Masalah soal ini tambah ramai di medsos,” ujar Tony dalam konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).

Menurut Tony, Penerbangan Terakhir hadir untuk membawa kisah yang selama ini hanya menjadi desas-desus menjadi tontonan layar lebar.

“Ini momentum yang pas. Masyarakat bisa mengetahui cerita yang sering didengar tapi tidak pernah kita hadirkan di layar lebar,” katanya.

Produser lainnya, Shalu T.M, menambahkan bahwa tema perselingkuhan yang diangkat dalam film ini bersifat universal.

“Ini bisa terjadi kepada siapa pun. Bukan hanya pramugari, tapi juga orang awam, siapa saja,” ujar Shalu.

Penerbangan Terakhir dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai Januari 2026.