Erdogan: Pengakuan Negara Palestina Dorong Isu Global
Masalah Palestina telah menjadi masalah global, dan dunia harus menerima keberadaan Negara Palestina, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin waktu New York, selama Konferensi Solusi Dua Negara di PBB.
"Faktanya, saat ini perjuangan Palestina telah menjadi isu global," kata Erdogan seraya mengucapkan selamat kepada semua negara yang telah memutuskan untuk mengakui Negara Palestina "karena menghormati suara keadilan dan hati nurani."
Seperti dilaporkan Sputnik dan dilansir Antara, Erdogan juga mengatakan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melakukan genosida terhadap tetangganya sendiri. Ia juga mengutuk upaya Israel untuk memaksa rakyat Palestina pindah.
Presiden Turki tersebut juga mendukung solusi dua negara untuk konflik tersebut dan mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan ekspansionisme di Tepi Barat.
"Sekarang, perlu bagi kita untuk mendeklarasikan gencatan senjata, memastikan akses tanpa hambatan terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan bagi Israel untuk menarik pasukannya dari Gaza," ujar Erdogan.
Sebelumnya selama konferensi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengakuan resmi Prancis terhadap Negara Palestina.
Pada Ahad, Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal secara resmi mengakui Palestina. Negara Palestina kini diakui oleh 152 negara.
Dengan lebih dari 80 persen komunitas internasional yang kini mengakui negara Palestina, tekanan diplomatik terhadap Israel semakin meningkat seiring dengan berlanjutnya perang genosida di Gaza, di mana lebih dari 65.300 warga Palestina telah tewas dan wilayah kantong tersebut telah berubah menjadi puing-puing.
Pada 2024, Amerika Serikat—sekutu utama Israel— memveto keanggotaan penuh Palestina di PBB.
Negara Muslim Harus Bersatu Lawan Israel
Sangat penting bagi negara-negara Muslim untuk bersatu dalam menentang pembantaian Israel di Palestina, ujar Erdogan dalam kesempatan terpisah.
Dalam pertemuan dengan Sheikh Sabah Khalid al-Sabah, putra mahkota Kuwait, di Turkish House (Turkevi Center) di New York, Erdogan "menekankan pentingnya negara-negara Islam menunjukkan sikap bersatu dalam menentang pembantaian Israel di wilayah Palestina," ujar Direktorat Komunikasi Turki seperti dilansir Anadolu.
Dalam pertemuan yang diadakan di New York menjelang Sidang Umum PBB, keduanya membahas hubungan kedua negara serta isu-isu regional dan global.
Erdogan juga menyoroti perlunya perundingan lanjutan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.




