Dosen Didorong Melek Isu Global untuk Hadapi Tantangan Masa Kini
Dunia telah berubah mengalami interdependensi, integrasi, dan interkoneksi.
Proses penggundulan hutan demi proyek tambang. Foto: greenpeace.
Apanila kita malah berusaha menyembunyikan soal local misalnya mengenai penggundulan hutan, maka konsekuensinya serius. Indonesia akan dikucilkan dari pergaulan dunia
JAKARTA | KBA – JAKARTA | KBA — Pengamat komunikasi Universitas Islam Indonesia, Puji Rianto mengatakan apa yang dipesankan Anies Baswedan bila kaum akademik atau para dosen harus melek dengan isu global itu memang benar adanya. Apalagi kenyataan dunia saat ini sudah mengglobal sehingga tidak ada satu pun pihak yang bisa dilepaskan dari isu-isu global.
‘’Globalisasi itu sudah ada sejak tahun 1980-an. Saat itu dimulailah diskursus tentang globalisasi. Semakin lama malah kemudian menjadi kenyataan meluasnya globalisasi dunia sehingga antar satu sama lain tidak mungkin terpisahkan. Dunia berubah mengalami interdependensi, integrasi, dan interkoneksi,’’ kata Puji Rianto, kepada KBA News, Selasa pagi, 15 Juli 2025.
Berita Lainnya
Warga Sampaikan Aspirasi dan Silaturahmi di Open House Tokoh Perubahan Anies Baswedan
Kisah Hangat Lebaran: Warga Desa Kracak Banyumas Kirim Video Ucapan untuk Anies Baswedan, Dibalas Penuh Haru
Tokoh Nasional Anies Baswedan: Idul Fitri Momen Kembali ke Fitrah sebagai Bangsa dan Negara
Tokoh Perubahan Anies Baswedan Gelar Open House, Tekankan Pentingnya Kembali ke Fitrah
Antusias Dina Warga Ciracas Jaktim Bertemu Tokoh Perubahan Anies Baswedan di Open House Lebaran
Puji yang saat ini berada di Singapura untuk mengikuti ajang seminar internasional mengenai komunikasi, lebih lanjut mengatakan, akibat adanya globalisasi maka isu nasional di sebuah negara tidak dapat dilepaskan dari isu global. Persoalan nasional tidak lagi dapat menyembunyikan diri dari perhatian publik dunia.
‘’Pada sisi lain, akibat dunia akademik harus terhubung dengan isu global, maka seorang akademikus atau sarjana dituntut harus dapat memberikan kontribusi untuk memecahkan masalah sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang kini terjadi di berbagai belahan dunia. Masalah lokal, dan nasional sudah sama-sama menjadi persoalan global,’’ katanya.
Hal itu misalnya pada dekade 1980-an, isu dunia baru mendiskursuskan soal impelerialisme budaya. Setelah itu pada dekade berikutnya, diskursus global kemudian berubah isinya membicarakan tentang masalah transkultural, hingga soal hibrida berbagai ilmu pengetahuan. Mulai dekade itulkah perjumpaan antara lokal dan global semakin intens terjadi.
‘’Adanya kenyataan ini, maka kaum akademik, khususnya para dosen dituntut mampu memberikan kontribusi bagi produksi ilmu pengetahuan. Hal ini mau tidak mau, meski masih dalam lingkup persoalan lokal, maka pasti akan terkoneksi dengan kenyataan seluruh dunia,’’ tegas Puji kembali.
Sebagai konsekuensi dari tuntutan agar kaum akademik atau para dosen masa kini wajib berpikiran global, maka para mahasiswa yang menjadi anak didiknya dituntut mempunyai kesadaran yang sama. Minimal para mahasiswa paham apa saja yang tengah terjadi, syukur-syukur mampu ikut memberikan kontribusi permasalahan dunia.
‘’Misalnya pada persoalan deforestasi yang melanda hutan tropis kita. Itu bukan isu lokal maupun nasional saja, tapi sudah merupakan isi global. Nah, bila kita malah berusaha menyembunyikan soal pembabatan atau penggundulan hutan ini, maka konsekuensinya akan serius. Indonesia dikucilkan dari pergaulan dunia,’’ tandas Puji Rianto.
Perlunya dosen melek isu global
Seperti ketahui dalam sebuah perbincangan di kanal Youtube, tokoh nasional Anies Baswedan menyatakan pada dosen kini dituntut harus melek kepada isu-isu global. Ini karena Indonesia adalah negara besar. Baik di kawasan Asia Tenggara ataupun di Asia, bahkan dunia. Karena itu, seorang dosen harus memahami isu-isu kawasan serta isu global.
“Semua negara tetangga kita itu menengok negara Indonesia. Karena Indonesia itu besar sekali. Indonesia ini sangat besar,” kata Anies,
Sebagai negara besar, Indonesia sering kali tidak sadar bahwa kita harus mewarnai Asia Tenggara dan kawasan Asia. “Maka kita yang di kampus itu perlu memasukkan tema-tema atau isu global. Jangan hanya jurusan yang internasional saja. Yang non internasional ini juga perlu memasukkan aspek global juga,” papar Mendikbud era 2014-2016.
Tema atau isu global tersebut dibutuhkan dari dosen bukan dari mahasiswa. Ini menjadi PR kita bersama sebagai pendidik serta pembelajar. “Jadi dosen harus melek dengan isu global. Paham dengan isu kawasan. Supaya muncul kesadaran,” ucap dia. (kba)
Tags: Anies dosen masa kini global Melek
Send Share Tweet
KBA News
Hot News
Warga Sampaikan Aspirasi dan Silaturahmi di Open House Tokoh Perubahan Anies Baswedan
21 Maret 2026
Hot News
Kisah Hangat Lebaran: Warga Desa Kracak Banyumas Kirim Video Ucapan untuk Anies Baswedan, Dibalas Penuh Haru
21 Maret 2026
Hot News
Tokoh Nasional Anies Baswedan: Idul Fitri Momen Kembali ke Fitrah sebagai Bangsa dan Negara
21 Maret 2026
Hot News
Tokoh Perubahan Anies Baswedan Gelar Open House, Tekankan Pentingnya Kembali ke Fitrah
21 Maret 2026
Hot News
Antusias Dina Warga Ciracas Jaktim Bertemu Tokoh Perubahan Anies Baswedan di Open House Lebaran
21 Maret 2026
Hot News
Salat Idul Fitri, Tokoh Nasional Anies Baswedan dan Didit Hediprasetyo Berbagi Keakraban dan Berswafoto di Masjid Al Azhar
21 Maret 2026




