Dokter Latih AI: Bisnis Baru yang Meningkat Pesat
Warta News Day - Ketika para ahli menjadi "guru" AI.
Chiao terlibat dalam bidang baru yang berkembang pesat di industri teknologi: melatih AI menggunakan umpan balik dari para ahli. Melalui metode yang disebut pembelajaran penguatan (reinforcement learning), para ahli mengevaluasi, memberi skor, dan memperbaiki respons AI untuk membantu model tersebut secara bertahap meningkat melalui pengujian.
Menurut perkiraan Pitchbook, pasar layanan ini bernilai setidaknya $17 miliar dan terus tumbuh pesat karena laboratorium AI membutuhkan semakin banyak ahli untuk menyempurnakan model mereka.
Chiao adalah salah satu dari puluhan ribu profesional yang bermitra dengan Mercor, sebuah perusahaan yang menghubungkan para ahli dengan perusahaan AI besar. Para peserta berasal dari berbagai bidang: kedokteran, hukum, keuangan, olahraga, bahkan anggur atau komedi. Penghasilan mereka bisa mencapai ratusan dolar per jam.
“AI akan menjadi generasi penerus ‘Dokter Google’ atau WebMD – tempat orang mencari informasi medis. Saya ingin terlibat untuk memastikan informasi tersebut akurat dan aman,” kata Chiao.
"Tentara manusia" di balik AI
Model AI saat ini dilatih menggunakan sejumlah besar data, tetapi data saja tidak cukup.
Untuk membuat model lebih andal, perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Anthropic membutuhkan ribuan ahli untuk mengevaluasi respons AI. Brendan Foody, CEO Mercor, menyebut kekuatan ini sebagai "pasukan manusia" di balik sistem AI canggih.
Perkembangan pesat teknologi ini juga memicu banyak perdebatan. Sebagian orang khawatir bahwa perusahaan seperti Mercor berkontribusi pada penggantian pekerjaan tetap dengan kontrak jangka pendek, sekaligus membantu AI belajar untuk menggantikan manusia.
Namun bagi Chiao, hal itu tidak demikian. Menurutnya, tujuan melatih AI adalah untuk mengurangi tugas administratif bagi dokter, bukan untuk menggantikannya. Di masa depan, AI dapat membantu dalam membaca gambar medis, membuat catatan pasien, atau mengisi formulir.
Cara melatih seorang "dokter AI"
Saat melatih AI, Chiao menggunakan skenario dunia nyata dari pengalaman puluhan tahun bekerja di bidang kedokteran keluarga dan perawatan darurat.
AI harus belajar menjawab pertanyaan sederhana dari pasien—misalnya, orang tua yang bertanya apakah anaknya perlu diperiksa dokter ketika demam. Namun pada saat yang sama, sistem tersebut juga harus memahami terminologi medis kompleks yang digunakan dokter dalam catatan pasien.
Terkadang AI menawarkan perspektif yang bahkan Chiao sendiri belum pertimbangkan. Tetapi ada juga saat-saat ketika dia harus turun tangan.
"Beberapa jawaban mungkin terdengar masuk akal tetapi bisa menyesatkan atau menakutkan bagi pasien," katanya. "Saya harus mengeditnya untuk memastikan jawaban tersebut aman, akurat, dan sesuai."
Respons-respons ini diberi skor berdasarkan serangkaian kriteria yang dikembangkan oleh para ahli. Kemudian, skor tersebut dimasukkan kembali ke dalam sistem agar model dapat belajar bagaimana cara meningkatkan kinerjanya.
Namun, Chiao menekankan bahwa AI saat ini sebaiknya hanya digunakan sebagai alat referensi dan tidak dapat menggantikan dokter.
Sebuah perusahaan rintisan senilai 10 miliar dolar yang didirikan oleh orang-orang berusia dua puluhan.
Mercor didirikan hanya tiga tahun lalu oleh Brendan Foody dan dua temannya ketika mereka masih remaja. Awalnya, perusahaan ini beroperasi sebagai platform perekrutan.
Namun seiring dengan pesatnya perkembangan AI, Mercor mengalihkan fokusnya untuk menghubungkan para ahli dengan perusahaan teknologi yang membutuhkan umpan balik manusia untuk melatih model mereka.
Keputusan ini menyebabkan pertumbuhan pesat bagi perusahaan.
Menurut Foody, Mercor saat ini membayar lebih dari $1 juta per hari kepada para profesional. Pendapatan perusahaan telah meningkat dari $1 juta menjadi lebih dari $500 juta dalam waktu kurang dari dua tahun.
Pitchbook menilai perusahaan tersebut dengan nilai lebih dari $10 miliar – sebuah bukti kepercayaan investor bahwa umpan balik manusia akan selalu menjadi komponen penting dalam pengembangan AI.
Di usia 22 tahun, Foody bisa menjadi salah satu miliarder teknologi termuda sejak Mark Zuckerberg.
"Kami selalu memiliki ambisi, tetapi kami tidak pernah membayangkan semuanya akan terjadi secepat ini," katanya.
AI dan masa depan produktivitas tenaga kerja
Terlepas dari kekhawatiran bahwa AI dapat menggantikan banyak pekerjaan, Foody percaya bahwa teknologi ini akan membantu orang bekerja lebih efisien.
Menurutnya, jika AI dapat membantu setiap orang meningkatkan produktivitas mereka hingga sepuluh kali lipat, masyarakat akan memiliki lebih banyak sumber daya untuk mengatasi tantangan-tantangan besar.
"Kita butuh obat untuk kanker. Kita perlu mengatasi perubahan iklim," kata Foody.
"Jika AI dapat membantu orang untuk fokus pada isu-isu penting tersebut, maka ini akan menjadi langkah maju yang besar bagi umat manusia."




