Bupati Landak Tindak Lanjuti Antrean BBM dengan Percepatan Distribusi
Sumber Foto: Warta Pontianak
Warta Cepat

Bupati Landak Tindak Lanjuti Antrean BBM dengan Percepatan Distribusi

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengambil langkah proaktif dalam menanggapi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayahnya. Dalam upayanya, ia tidak hanya berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, tetapi juga meminta percepatan distribusi serta pemantauan langsung di lapangan untuk mencegah antrean yang berkepanjangan.

Antrean yang terjadi di sejumlah lokasi, termasuk di Ngabang, menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Karolin menginstruksikan jajaran pemerintah untuk bekerja sama dengan aparat kepolisian dan pengelola SPBU agar pelayanan dapat berjalan dengan tertib dan merata. "Kami tidak tinggal diam. Sejak awal kami langsung berkoordinasi dan meminta distribusi dipercepat ke wilayah Landak, terutama di SPBU yang antreannya panjang," ujarnya saat mengikuti Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Kalimantan Barat dan Pertamina.

Karolin menekankan pentingnya pemantauan lapangan untuk memastikan pasokan BBM benar-benar sampai ke masyarakat dan tidak terjadi penumpukan di titik tertentu. Tindakan ini diambil untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri yang biasanya diiringi dengan peningkatan kebutuhan bahan bakar.

Sementara itu, Pertamina menyatakan bahwa stok BBM untuk Kalimantan Barat dalam keadaan aman. Pasokan disimpan di Terminal BBM Pontianak dan didukung oleh pengiriman rutin dari luar daerah. Pertamina menjadwalkan kedatangan kapal setiap dua hari untuk memastikan ketersediaan baik untuk gasoline maupun gasoil. Menurut mereka, antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat yang terjadi secara bersamaan, atau yang dikenal dengan istilah panic buying, ketimbang kekurangan stok.

Menanggapi situasi ini, Karolin mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean bisa segera terurai. "Kalau pembelian dilakukan seperti biasa, tidak berlebihan, maka distribusi akan lebih cepat normal. Kita perlu sama-sama menjaga situasi ini," katanya.

Lebih lanjut, Karolin juga mendorong percepatan pengiriman ke daerah-daerah yang lebih jauh dari pusat distribusi, seperti Kabupaten Landak, agar tidak tertinggal dalam penyaluran. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal distribusi sampai kondisi benar-benar stabil, sambil memperkuat pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan atau penimbunan.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan aparat, pemantauan di lapangan dilakukan untuk memastikan antrean tetap terkendali dan pelayanan berjalan maksimal. Karolin optimis bahwa dengan langkah cepat ini, antrean BBM dapat segera teratasi.

"Kami pastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi ini sendiri. Pemerintah hadir dan terus bekerja sampai kondisi kembali normal," tutup Karolin.