Warta News Day - Butolpost – Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air, Retno Marsudi, menggelar pertemuan penting dengan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, di Astana, dalam upaya mendorong solusi konkret atas krisis air global yang kian mendesak.
Pertemuan yang berlangsung pada 15 April 2026 itu menjadi sinyal kuat meningkatnya peran Indonesia dalam diplomasi air dunia.
Presiden Tokayev bahkan menilai Indonesia sebagai model dalam komitmen dan implementasi kerja sama internasional terkait pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman, menyebut apresiasi tersebut tidak lepas dari suksesnya World Water Forum ke-10 di Bali, yang dihadiri ratusan negara dan ribuan delegasi global. Forum itu juga menjadi batu loncatan bagi Retno hingga dipercaya mengemban mandat strategis di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam pertemuan tersebut, Tokayev menegaskan bahwa air kini bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan aset strategis yang menentukan stabilitas kawasan dan keberlanjutan ekonomi. Ia bahkan kembali menggulirkan gagasan pembentukan organisasi air internasional di bawah naungan PBB guna memperkuat koordinasi global.
Kedua tokoh juga menyoroti pentingnya Konferensi Air PBB 2026 sebagai momentum krusial untuk merumuskan pendekatan terpadu menghadapi krisis air, khususnya di kawasan rentan seperti Asia Tengah.
Selain bertemu presiden, Retno turut berdialog dengan Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Yermek Kosherbayev, serta Utusan Khusus Air Kazakhstan, Zulfiya Sulaimenova, guna memperdalam kerja sama bilateral di sektor air dan perubahan iklim.