Perusahaan Manfaatkan AI Real-Time untuk Tingkatkan Keputusan Bisnis
Teknologi

Perusahaan Manfaatkan AI Real-Time untuk Tingkatkan Keputusan Bisnis

Warta News Day - JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan di berbagai sektor mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) berbasis data real-time untuk mempercepat pengambilan keputusan bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Teknologi ini memungkinkan perusahaan membaca perubahan data secara langsung dan meresponsnya secara cepat.

Perusahaan penyedia teknologi streaming data, Confluent, memperkenalkan pengembangan fitur kecerdasan data yang memungkinkan sistem AI di dalam perusahaan saling terhubung dan bekerja secara kolaboratif. Integrasi tersebut membantu perusahaan memanfaatkan aliran data secara langsung untuk menghasilkan analisis bisnis yang lebih cepat dan akurat.

“Jika Anda ingin bersaing, AI Anda tidak boleh hanya melihat ke belakang,” kata Head of AI Confluent Sean Falconer, melalui keterangan pers, Rabu (11/3/2026).

“Anda membutuhkan sistem agen AI yang bekerja sama dan terus belajar serta berbagi wawasan secara real-time.”

AI Kolaboratif Dorong Efisiensi Bisnis

Lihat Foto

Falconer menjelaskan, teknologi tersebut memungkinkan berbagai sistem AI dalam perusahaan saling terhubung sehingga dapat merespons data secara langsung, mengambil tindakan, hingga mengoordinasikan berbagai sistem operasional bisnis.

“Confluent Intelligence menghubungkan investasi dan sistem AI tim perusahaan, terlepas dari di mana mereka dibangun,” kata Falconer.

“Dengan begitu AI dapat secara otomatis merespons data langsung, mengambil tindakan, mengoordinasikan sistem, dan mengeskalasi ke anggota tim jika diperlukan.”

Kebutuhan kolaborasi AI di lingkungan kerja diperkirakan terus meningkat. Laporan IDC FutureScape: Worldwide Future of Work 2026 Predictions menyebutkan bahwa pada 2026 sekitar 40 persen dari seluruh peran pekerjaan di G2000 akan melibatkan kerja sama dengan agen AI.

Tren tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat analisis, tetapi mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan bisnis sehari-hari.

Selain menghubungkan berbagai sistem AI, teknologi ini juga dilengkapi kemampuan mendeteksi anomali data secara otomatis.

Kemampuan tersebut memungkinkan perusahaan mengidentifikasi pola yang tidak biasa dalam aliran data bisnis sehingga potensi masalah dapat dideteksi lebih awal sebelum menimbulkan gangguan operasional.

Deteksi anomali multivariat menganalisis berbagai metrik data secara bersamaan, bukan hanya satu indikator. Pendekatan ini membantu perusahaan mengurangi kesalahan deteksi dan meningkatkan akurasi pemantauan data.

Melalui analisis data yang lebih komprehensif, perusahaan dapat memahami kondisi sistem secara lebih akurat, mengenali pola masalah yang kompleks, hingga mengambil tindakan otomatis ketika terjadi penyimpangan data yang signifikan.

AI Mulai Digunakan Bank untuk Kelola Talenta

Pemanfaatan AI juga mulai meluas di sektor perbankan, tidak hanya untuk operasional bisnis, tetapi juga untuk pengelolaan sumber daya manusia.

Bank digital seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO) memanfaatkan AI untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Teknologi ini digunakan mulai dari proses rekrutmen hingga pengembangan keterampilan tenaga kerja.

Head of People & Culture Bank Jago Pratomo Soedarsono mengatakan, peran AI di dalam perusahaan diposisikan sebagai mitra bagi manusia, bukan sebagai pengganti.

“Kami di Bank Jago memposisikan AI sebagai ‘co-pilot’, bukan ‘autopilot’. AI bukan pengganti manusia, tetapi mitra yang memperkuat peran dan kreativitas setiap Jagoan,” ujar Pratomo, dalam acara Indonesia HR Director Summit ke-12 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam praktiknya, AI membantu perusahaan mencocokkan kompetensi kandidat secara lebih presisi, memprediksi kebutuhan talenta digital, hingga mengidentifikasi kesenjangan keterampilan di dalam organisasi.

Selain itu, teknologi ini juga digunakan untuk menyederhanakan berbagai proses kerja, menyusun informasi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Meski demikian, Pratomo menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Menurut dia, prinsip akuntabilitas dan pemahaman konteks tetap menjadi dasar dalam setiap proses pengambilan keputusan di perusahaan.

You can share this post!