Warta News Day - Banyak tenaga kerja masih terserap di sektor informal yang porsinya sekitar 59–60 persen dari total pekerja, sehingga peningkatan pendapatan relatif terbatas.
Akibatnya, ketika inflasi kebutuhan dasar meningkat, daya beli kelas menengah menjadi lebih rentan.
Untuk itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja.
Secara paralel, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih ramah kelas menengah, seperti insentif pajak dan penguatan jaminan sosial.
“Selain itu perbaikan pada sisi biaya hidup dan kualitas pekerjaan, tekanan terhadap kelas menengah berpotensi terus berlanjut dan pada akhirnya melemahkan basis konsumsi domestik Indonesia,” tuturnya.
Persoalan daya beli kelas menengah sebelumnya disorot oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar.
Menko mengatakan tekanan biaya hidup, ketidakpastian pasar kerja, serta meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan akan terus berpotensi menggerus daya tahan kelas menengah.
Oleh sebab itu, dia mendorong penyusunan kebijakan yang dapat melindungi masyarakat kelas menengah agar mereka tidak turun kelas.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.