Kesadaran Individu Kunci Melawan Kejahatan Digital
Warta News Day - Print 🖨 PDF 📄 eBook 📱
Jakarta, wartaterkini.news– Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Sesditjen KPM Kemkomdigi), Very Radian Wicaksono, menegaskan bahwa ruang digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, ruang digital harus dijaga sebagaimana menjaga keamanan di dunia nyata.
“Hal ini sama halnya dunia nyata bahwa ruang digital juga harus kita jaga karena memiliki risiko yang tidak boleh kita abaikan,” kata Very saat kegiatan “Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital” di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (13/6/2026).
Ia mengungkapkan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik siber di Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 182 percobaan serangan siber setiap detik.
Menurut dia, angka tersebut tidak sekadar statistik, melainkan menggambarkan ancaman nyata yang dihadapi masyarakat di ruang digital.
Very menjelaskan bahwa di balik tingginya angka anomali trafik tersebut terdapat berbagai bentuk kejahatan digital, seperti peretasan akun, pencurian data, penipuan daring, judi online, hingga peredaran narkoba yang memanfaatkan teknologi digital.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi turut dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memperluas jaringan dan menjangkau lebih banyak korban melalui media sosial maupun berbagai platform digital lainnya. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keamanan nasional serta mengancam generasi muda sebagai pengguna internet terbesar.
Very menilai pelaku kejahatan digital tidak selalu memiliki kemampuan teknologi yang lebih tinggi dibandingkan korbannya. Namun, mereka cenderung lebih siap dalam memanfaatkan kelemahan pengguna internet.
“Mereka pintar memanfaatkan rasa penasaran kita. Sehingga kita ingin mendapatkan sesuatu secara instan,” kata dia.
Karena itu, ia menekankan bahwa pertahanan utama dalam menghadapi ancaman digital bukan hanya terletak pada teknologi atau aplikasi keamanan, melainkan pada kesadaran dan kewaspadaan setiap individu.
Menurut Very, kemampuan memverifikasi informasi, menjaga data pribadi, serta memahami berbagai modus kejahatan digital merupakan langkah penting untuk melindungi diri di ruang siber.
“Pertahanan di ruang digital bukanlah aplikasi dan teknologinya. Melainkan pertahanan yang utama adalah diri kita sendiri, kemampuan untuk menjaga diri, memverifikasi informasi, dan menjaga data pribadi seperti menjaga rumah sendiri,” tegas dia.
Ia berharap masyarakat semakin meningkatkan literasi digital agar mampu mengenali berbagai ancaman siber dan tidak mudah menjadi korban kejahatan digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. (**)




